GRESIK Radar CNN Online– Nafas Ramadhan sebagai bulan penuh berkah benar-benar diimplementasikan dalam aksi nyata oleh Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI). Berkolaborasi dengan komunitas Gubuk Tanpo Tinulis dan didukung oleh CV. Fajar Abadi Tambangan, sebuah gelaran bertajuk “Ramadhan Keren: Guyub Rukun Sesarengan” sukses menyatukan semangat kepedulian di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Bukan sekadar agenda rutin tahunan, kegiatan ini menjadi ruang hangat bagi warga RT 05 RW 02 untuk mempererat tali silaturahmi. Kehadiran tokoh masyarakat, pemuda, hingga insan pers menciptakan atmosfer guyub rukun yang menjadi identitas luhur masyarakat setempat.
Acara semakin bermakna dengan kehadiran Gus Maulana dari Sidoarjo. Dalam budayanya, beliau menekankan bahwa esensi puasa melebihi sekedar menahan lapar.
“Ramadhan adalah momentum spiritual untuk memperbaiki akhlak dan menumbuhkan empati. Keberkahan sejati lahir saat ibadah kita berbanding lurus dengan kepedulian kita terhadap sesama yang membutuhkan,” tutur Gus Maulana dengan khidmat.
Acara puncak ditandai dengan momen-momen penuh haru dan kebersamaan:
Santunan Anak Yatim & Dhuafa: Penyerahan bantuan secara langsung sebagai langkah konkret meringankan beban sesama di bulan suci.
Buka Puasa Bersama: Menghapuskan sekat sosial melalui jamuan sederhana yang dinikmati dalam satu meja kebersamaan.
Slamet Pramono (Bram) , Pemimpin Redaksi MSRI, menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dari sekedar menyajikan. Menurutnya, media harus menjadi katalisator gerakan sosial.
“Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi dan penyebar nilai kebaikan. Solidaritas dan gotong royong adalah fondasi yang membuat masyarakat kita tetap tangguh menghadapi tantangan zaman,” tegas Bram.
Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan solidaritas antarjurnalis. Kehadiran tokoh pers seperti Indra Susanto (Ketua DPD Jatim Aliansi Wartawan Indonesia/PojokPerkoro.com) dan Asrul (Kaperwil Jatim Surya-Tribun) menunjukkan bahwa di balik pena, para jurnalis juga memiliki satu visi kemanusiaan yang sama.
Acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar semangat berbagi ini tidak berhenti saat Idul Fitri tiba, melainkan terus tumbuh menjadi gaya hidup masyarakat yang harmonis dan penuh cinta kasih.
Redaksi:MSRI
Editor: Agl

Posting Komentar