DENPASAR, Radar CNN Online – Dalam rangka pengamanan malam pengerupukan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Polresta Denpasar bersama jajaran mengerahkan ribuan personel guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Dalam pelaksanaan pengamanan ini, Polresta Denpasar mengerahkan sekitar 1.200 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polresta Denpasar, Polsek jajaran, serta dukungan dari Polda Bali. Selain itu, pengamanan juga melibatkan Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Perhubungan, serta pecalang desa adat sebagai garda terdepan dalam pengamanan berbasis kearifan lokal.
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, menegaskan kepada seluruh personel agar segera menempati ploting masing-masing serta mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas.
“Laksanakan tugas dengan setulus hati, kedepankan pengamanan secara humanis, jaga tutur kata, dan hindari tindakan yang dapat menyinggung masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa momen pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel diminta untuk aktif berkoordinasi di lapangan, termasuk dalam pelaksanaan penyekatan di sejumlah titik guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Fokus pengamanan dipusatkan di sejumlah titik strategis yang diprediksi menjadi pusat keramaian, seperti kawasan Catur Muka yang dikenal sebagai titik nol Kota Denpasar, berbagai persimpangan utama (catus pata), wilayah desa adat, hingga kawasan wisata seperti Sanur yang kerap menjadi lokasi kegiatan budaya.
Selain itu, Polresta Denpasar juga menerapkan sejumlah skema teknis, seperti rekayasa lalu lintas, sterilisasi jalur pawai, serta penyediaan kantong parkir di beberapa titik guna mengurai kepadatan. Patroli mobile turut ditingkatkan untuk menjaga keamanan lingkungan, khususnya rumah-rumah warga yang ditinggal saat mengikuti kegiatan.
Kapolresta juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan diri serta segera melaporkan setiap potensi gangguan kepada perwira pengendali untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak mengonsumsi minuman keras saat pawai ogoh-ogoh guna mencegah potensi konflik.
Dengan sinergi seluruh pihak dan kesiapan yang matang, diharapkan rangkaian malam pengerupukan di Denpasar dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat, sehingga umat Hindu dapat menyambut Hari Raya Nyepi dengan suasana yang damai.


Posting Komentar