Polemik Penggusuran PKL Semambung: LSM FPSR Tuding Pemkab Gresik Salah Sasaran dan Tebang Pilih

 


GRESIK Radar CNN Online– Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Semambung, Kecamatan Driyorejo, memicu gelombang protes keras. Penggusuran yang dilakukan dengan dalih normalisasi saluran air untuk mengatasi banjir tahunan di wilayah Driyorejo tersebut dinilai banyak pihak sebagai kebijakan yang prematur dan tidak menyentuh akar permasalahan.

Kecaman tajam datang dari Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan. Ia secara tegas mempertanyakan dasar hukum dan kajian teknis di balik pembongkaran lapak tersebut. Menurut Aris, tuduhan bahwa bangunan PKL menjadi biang kerok banjir adalah kekeliruan besar.

Dalam keterangannya pada Rabu (29/4/2026), Aris mengungkapkan adanya indikasi tebang pilih dalam proses penertiban ini. Ia menyoroti sebuah bangunan milik anggota DPRD dari fraksi PKB, Sujono, yang tetap berdiri kokoh meski berada di area yang sama.

"Kalau memang alasannya bangunan PKL menghambat air, mengapa bangunan milik anggota dewan tidak ikut disentuh? Ada apa dengan disparitas perlakuan ini?" cetus Aris dengan nada tanya.

Aris menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatannya, penyempitan aliran di Kali Avour justru disebabkan oleh keberadaan pipa PDAM milik PT Drupadi yang tertanam melintang di dalam aliran sungai, bukan karena aktivitas perdagangan warga.

Ia juga mengingatkan kembali sejarah kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan PKL di sana merupakan warisan kebijakan Bupati terdahulu, Robach Maksum, yang secara resmi meresmikan lokasi tersebut sebagai upaya pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Bupati terdahulu sangat berpihak pada wong cilik. Sangat disayangkan jika pemerintah saat ini justru mengambil langkah yang seolah-olah buta terhadap akar persoalan dan justru mematikan nafkah masyarakat kecil," tambahnya.

LSM FPSR mendesak Pemkab Gresik untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan solusi yang adil bagi para pedagang yang terdampak. Jika tuntutan tersebut diabaikan, Aris menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

"Kami siap turun ke jalan dan memobilisasi massa untuk menghitamkan sepanjang jalan Driyorejo. Kami akan mengawal kasus ini sampai para pedagang mendapatkan keadilan dan hak-hak mereka sebagai warga Gresik terpenuhi," pungkasnya.

Redaksi:Saiful

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda