Batik Lamongan Menuju Panggung Dunia | UB dan Universitas Billfath Bersinergi Lewat Program 'Sehati Batik Global'

LAMONGAN, Radar CNN Online – Warisan budaya Lamongan, Batik, kini bersiap melangkah ke kancah internasional. Ini menyusul diluncurkannya program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) strategis bertajuk "Sehati Batik Global", hasil kolaborasi antara Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Billfath Lamongan.

Program multidisiplin ini berfokus pada Pemberdayaan Perajin di Desa Sendangagung, Paciran, melalui tiga pilar utama: pengembangan ekosistem digital, peningkatan keselamatan kerja, dan edukasi bahasa Inggris berorientasi pasar internasional.

Plt. Rektor Universitas Billfath, Bapak Suprapto, M.Pd, menegaskan kolaborasi ini adalah perwujudan tanggung jawab dosen sebagai Tridharma Perguruan Tinggi. "Tanggung jawab utamanya adalah bukan hanya [mengajar] tapi neliti sekaligus ngabdi. Dosen dan mahasiswa itu menjadi agent of changes," tegasnya.

Guru Besar Teknik Industri Fakultas Teknik UB, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, yang juga alumni SMP Simanjaya Siman Lamongan, menyatakan tujuan utama program ini adalah mengangkat Batik Lamongan ke kancah dunia.

"Kita mengetahui bahwa pasar itu sebenarnya menginginkan batik yang seperti apa, sehingga batik Lamongan itu menjadi brand internasional... Saya bangga dengan Batik Lamongan, namun banyak orang yang belum mengenalnya," jelas Prof. Qomariyatus.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini menggunakan pendekatan multidisiplin ilmu, mulai dari memastikan proses pembuatan batik yang aman (safety) hingga membekali perajin dengan kemampuan bahasa Inggris agar dapat go international.

Prof. Qomariyah juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam PkM ini. Selain melatih kolaborasi dan mengimplementasikan teori kampus di lapangan, mahasiswa didorong untuk mencari ide skripsi yang aplikatif.

"Mahasiswa nanti bisa lulus itu menjadi benar-benar manfaat yang siap juga bisa mandiri dengan membuat pabrik Batik, sehingga mahasiswa mempunyai wirausaha yang sangat luar biasa," jelasnya, menambahkan bahwa mahasiswa yang berhasil membuka lapangan pekerjaan telah memiliki "ladang amal jariah."

Dukungan penuh juga disampaikan oleh K. Abdul Hamid Fattah, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Fattah Siman. Beliau berpesan agar mahasiswa membuat catatan riset mendalam mengenai aspek historis dan spiritual Batik Lamongan, mencontoh kearifan ulama penyebar Islam di Nusantara dalam mengembangkan ekonomi masyarakat.

Sinergi antara UB dan Universitas Billfath ini menjadi tonggak penting bagi Lamongan untuk menegaskan identitas budayanya dan daya saing ekonominya di mata dunia.

(Red/Achwan)


Editor: Adytia Damar

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda