YOGYAKARTA, Radar CNN Online – Dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober, organisasi kemasyarakatan PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) menggelar acara bernuansa nasionalis-religius bertajuk "Ngaji Pancasila Doa Lintas Agama". Acara yang berlangsung sederhana namun khidmat di kawasan Sendowo, Bulaksumur UGM Yogyakarta, Minggu (29/9/2025), ini dihadiri sekitar 150 kader dan pengurus PNIB Yogyakarta.
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menyampaikan pesan utama bahwa kegiatan ini bertujuan mengembalikan bangsa pada jati diri yang sesungguhnya.
"Pancasila sudah final sebagai prinsip dasar NKRI. Krisis multidimensi bangsa ini dikarenakan kita melupakan nilai-nilai luhur Pancasila, melupakan jati diri bangsa yang berwujud budaya dan tradisi warisan para pendiri bangsa," jelas Gus Wal usai Istighotsah.
Poin penting lain yang disuarakan Gus Wal adalah mendesak pemerintah untuk menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional. Menurutnya, penetapan hari ini sangat mendesak di tengah maraknya aksi intoleransi di berbagai daerah. Toleransi, kata Gus Wal, adalah identitas dan jati diri bangsa Indonesia yang majemuk.
"Salah satu agenda utama PNIB adalah mendorong pemerintah menetapkan Hari Toleransi Nasional pada setiap tanggal 16 November. Buruh, mahasiswa, pelajar, dan seluruh rakyat butuh diingatkan tentang arti penting toleransi nasional agar tidak mudah diadu domba," paparnya.
Gus Wal meyakini, radikalisme, intoleransi, khilafah, terorisme, dan perselisihan antar kelompok sosial berakar pada rendahnya rasa toleransi individu. PNIB, yang dikenal konsisten menyuarakan anti-intoleransi melalui Ngaji Pancasila dan Kirab Merah Putih, berkomitmen untuk terus berjuang.
"Korupsi, Intoleransi, Khilafah, Terorisme dan Radikalisme bisa diredam dengan kembali kepada Pancasila dan UUD 45," tutup Gus Wal.
(Red/Iwan)
Editor: Adytia Damar
Posting Komentar