Hilang Tiga Hari, Nelayan Gresik Ditemukan Meninggal di Perairan Roomo

 


GresikRadar CNN Online — Setelah dinyatakan hilang selama tiga hari, seorang nelayan bernama Mat Rakim (58) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Roomo, Kabupaten Gresik, Kamis (8/1/2026) pagi. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan air resmi dihentikan.

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh nelayan setempat bernama Mujiono. Saat itu, tubuh korban terlihat terombang-ambing di sekitar Dermaga PT Smelting, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, korban ditemukan pada hari ketiga pencarian (H+3).

“Korban ditemukan oleh nelayan setempat di area Dermaga PT Smelting. Dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR kecelakaan air di perairan Lumpur resmi kami tutup,” kata Sukardi.

Diketahui, kecelakaan air tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban tengah mengemudikan perahu kembali ke dermaga usai mengantar penumpang. Namun, di tengah perjalanan korban diduga terjatuh ke laut, sementara perahu terus melaju tanpa kendali hingga menabrak Dermaga Mbah Kaji, Kelurahan Lumpur.

Berdasarkan dugaan sementara, korban mengalami kambuh penyakit asam lambung secara mendadak saat mengemudikan perahu, sehingga menyebabkan hilangnya kendali dan berujung pada kecelakaan air.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos loreng abu-abu berkerah, dengan ciri fisik rambut hitam pendek dan kulit sawo matang. Korban yang diketahui merupakan bapak dari tiga anak tersebut kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaraan dan pemakaman oleh pihak keluarga.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kabupaten Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Gresik, Poskamladu Gresik, KSOP, Polsek Gresik, Dinas Perikanan, pihak Kecamatan Gresik, Kelurahan Lumpur, relawan RAPI, serta kelompok Rukun Nelayan.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, menyampaikan bahwa keterlibatan jajaran Polres Gresik dalam proses pencarian hingga evakuasi merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya para nelayan.

“Ini merupakan wujud pelayanan kami kepada masyarakat. Polri berupaya hadir dan membantu setiap kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian, terutama di wilayah perairan,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, Polres Gresik turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian maupun tindak pidana melalui kantor polisi terdekat, Call Center 110, atau Hotline Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006.


✍️Redaksi: Suwarno
📰Editor: MJF

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda