Jalinan Warna dan Kasih: IGTKI Rembang Rayakan Hardiknas Lewat Harmoni Kolase

 


REMBANG Radar CNN Online– Di bawah naungan langit Puri Berlian Park yang cerah pada Kamis (30/4/2026), tawa riang ratusan anak berpadu dengan kesibukan jemari mungil yang menata potongan kertas warna-warni. Suasana hangat ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan cara kreatif Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Rembang dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei mendatang.

Melalui Lomba Kolase Anak, IGTKI Rembang ingin menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini sejatinya bermula dari hal-hal sederhana: imajinasi, kepercayaan diri, dan yang paling utama, kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Acara ini dihadiri oleh para tokoh penting pendidikan setempat, di antaranya Bunda PAUD Kabupaten Rembang, Hj. Musringah Harno; Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Drs. Achmad Sulchan, M.Pd.; serta jajaran pengurus IGTKI dan pengawas TK.

Dalam sambutannya, Ketua IGTKI Rembang, Sri Sugianti, menekankan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini harus menjadi momentum untuk "bergerak dengan hati". Pesan ini diperkuat oleh Hj. Musringah Harno yang memandang seni kolase sebagai investasi pertumbuhan yang krusial.

"Kegiatan ini adalah sarana untuk mengasah motorik halus dan memantik imajinasi. Namun lebih dari itu, ini adalah tentang membangun fondasi karakter yang kuat. Anak yang percaya diri hari ini adalah pemimpin yang tangguh di masa depan," tutur Bunda PAUD dengan nada haru.

Satu hal yang membedakan lomba ini adalah keterlibatan aktif orang tua. Di setiap sudut area lomba, terlihat pemandangan menyentuh: para ayah dan ibu yang bersimpuh mendampingi buah hati mereka. Ada kolaborasi yang indah saat orang tua mengarahkan lem, sementara sang anak menentukan pilihan warna.

Kepala Dindikpora, Drs. Achmad Sulchan, M.Pd., mengapresiasi metode ini sebagai bentuk nyata perwujudan Profil Pelajar Pancasila. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas melalui papan tulis, tetapi lahir dari keteladanan dan keharmonisan di rumah. Senada dengan itu, Andriana dari pihak IGTKI menambahkan bahwa bonding atau ikatan emosional ini sangat vital bagi kesehatan mental anak sejak dini.

Meski penyelenggaraan tahun ini dibatasi hanya untuk wilayah Kecamatan Rembang guna menjaga kualitas dan fokus kegiatan, antusiasme masyarakat tetap tak terbendung. Tercatat sebanyak 434 peserta ikut serta memeriahkan acara. Angka ini membuktikan betapa besarnya kerinduan orang tua akan ruang kreativitas yang edukatif bagi anak-anak mereka.

Kompetisi diakhiri dengan pengumuman pemenang untuk kategori Juara I hingga Harapan III. Namun, bagi panitia dan para tamu undangan, piala bukanlah tujuan akhir. Kebahagiaan sejati terlihat saat anak-anak tersebut berlarian di bawah percikan air mancur Puri Berlian Park usai acara, merayakan hari itu dengan kegembiraan yang murni.

Sebagaimana pesan penutup dari Bunda PAUD:

"Kemenangan sejati adalah saat anak pulang dengan senyuman dan orang tua merasa bangga akan prosesnya. Itulah keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya."

Dari Rembang, sebuah pesan dikirimkan untuk dunia pendidikan Indonesia: bahwa karakter bangsa dibangun dari kelembutan hati dan kebersamaan keluarga.

Redaksi:Zainuri

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda