Rembang, Radar CNN Online – Warga Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah bangunan bekas warung yang terletak di Dukuh Blitung, Senin (14/9/2026) sore. Korban yang diketahui bernama Guntur Bin Zaenal (60), seorang pelaut asal Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Sumirah (alias Jarmi), pemilik warung kosong, sedang membersihkan rumput di samping rumahnya. Ia didatangi korban yang meminta izin untuk menempati warung kosong miliknya. Korban beralasan ingin menunggui anaknya yang sedang mondok di Pondok Putri Desa Kalipang hingga Desember mendatang. Karena mengaku berasal dari Batam yang jaraknya sangat jauh, Sumirah pun mengizinkannya.
Keesokan harinya, Jumat (11/9/2026), sekitar pukul 16.00 WIB, korban mulai menempati warung tersebut. Ia membersihkan tempat itu terlebih dahulu, sementara Sumirah memberikan kasur busa, bantal, dan tikar untuk tidur. Menjelang magrib, korban pergi ke Masjid Wali Blitung untuk salat. Setelah itu, Sumirah tidak lagi mengetahui kapan korban kembali ke warung.
Pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, usai salat magrib, Sumirah merasa gelisah karena korban sudah dua hari tidak terlihat. Khawatir terjadi sesuatu, ia meminta bantuan Suharyono, seorang penjaga konter HP yang berada sekitar 8 meter dari lokasi, untuk membukakan pintu warung dan mengecek keadaan korban.
Betapa terkejutnya mereka saat pintu dibuka. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi berbaring terlentang dengan kondisi tubuh membengkak dan kulit menghitam. Kejadian ini segera dilaporkan Kepala Desa Kalipang ke Polsek Sarang.
Sekitar pukul 19.15 WIB, petugas Polsek Sarang bersama tim medis Puskesmas Sarang tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan luar dan evakuasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 2x24 jam. Ditemukan tanda-tanda pembusukan pada area kepala, mata kiri pecah, keluar busa dari mulut dan hidung, serta tubuh yang membengkak.
Tim medis memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Barang bukti yang diamankan antara lain sarung hitam, celana dalam hijau merk Kasogi, dan satu unit HP merk POCO berwarna hitam.
Awalnya, korban tidak memiliki identifikasi saat ditemukan. Ia hanya mengaku kepada Ketua RW setempat bahwa namanya adalah Guntur. Setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari oleh tim Inafis Polres Rembang, identitas korban berhasil dikonfirmasi sesuai data yang ada.
Korban diketahui bernama Guntur Bin Zaenal, lahir di Tanjung Batu, 16 Juni 1966, dengan alamat Jalan Gang H. M. Nawawie RT 03 RW 009, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk penanganan lebih lanjut.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Kalipang, terutama bagi Sumirah yang telah berbaik hati memberikan tempat tinggal sementara kepada korban. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait peristiwa ini. Kasus ini telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Redaksi: Team

Posting Komentar