Pesan Damai dari Rimba Tertua: PERDUNU Inisiasi World Spiritual Practitioners Summit di Banyuwangi

 


BANYUWANGI Radar CNN Online– Di balik lebatnya rimba tua dan kuatnya aura mistis yang menyelimuti kawasan Taman Nasional Alas Purwo, sebuah peristiwa internasional yang unik dan bersejarah siap digelar. Pada bulan Suro mendatang, kawasan ini akan menjadi tuan rumah bagi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dukun Dunia, atau yang secara resmi bertajuk World Spiritual Practitioners Summit.

Acara berskala global ini diinisiasi oleh Persatuan Dukun Nusantara (PERDUNU) sebagai ruang pertemuan lintas budaya, lintas tradisi, dan lintas keyakinan spiritual dari berbagai penjuru dunia.

Ketua Umum PERDUNU, Gus Abdul Fatah Hasan, mengungkapkan bahwa perhelatan internasional ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat adat setempat. Dalam pelaksanaannya, Gus Fahru Singomanjat akan bertindak sebagai tuan rumah sekaligus penanggung jawab acara.

"Kehadiran tokoh adat lokal sangat krusial untuk memastikan nilai-nilai tradisi, kearifan leluhur, dan kesakralan kawasan Alas Purwo tetap terjaga dengan baik selama konferensi berlangsung," ujar Gus Fatah.

Pertemuan akbar ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang berkumpulnya para praktisi spiritual, tabib tradisional, paranormal, maupun penjaga tradisi mistik. Lebih dari itu, KTT ini membawa misi besar untuk membangun dialog perdamaian spiritual dunia di tengah krisis moral, kerusakan alam, dan kegelisahan manusia modern.

Pemilihan Alas Purwo sebagai lokasi acara bukanlah tanpa alasan. Sebagai salah satu titik spiritual tertua di tanah Jawa, Alas Purwo telah berabad-abad menjadi ruang tafakur, laku batin, dan pencarian jati diri. Heningnya hutan, debur ombak pantai selatan, dan atmosfer sakral kawasan ini diyakini mampu menjadi energi pemersatu bagi para peserta dari berbagai belahan dunia.

Sepanjang konferensi, para delegasi akan mengikuti serangkaian agenda penting, di antaranya:

  • Ritual budaya lintas bangsa.

  • Diskusi panel mengenai pengobatan tradisional.

  • Seminar energi spiritual dan kearifan leluhur.

  • Meditasi bersama untuk bumi.

  • Deklarasi perdamaian spiritual dunia.

Setiap delegasi nantinya akan membawa warisan pengetahuan tradisional dari negara masing-masing untuk saling bertukar pengalaman demi menjaga nilai kemanusiaan dan harmoni dengan alam.

Selain menjadi jembatan perdamaian global, KTT Dukun Dunia ini diharapkan mampu menjadi sarana pelestarian budaya Nusantara agar praktik spiritual tradisional tidak punah digilas zaman. Di tengah derasnya arus modernisasi, agenda ini menjadi pengingat bahwa masyarakat dunia masih memiliki akar budaya dan nilai-nilai spiritual yang perlu dirawat bersama.

Melalui berbagai sidang dan musyawarah spiritual yang digelar, para peserta nantinya akan merumuskan sejumlah rekomendasi bersama. Rekomendasi ini akan menitikberatkan pada pentingnya menjaga keseimbangan alam, merawat bumi, memperkuat kemanusiaan, serta meredam konflik dunia melalui pendekatan budaya.

"Dengan mengusung tema 'Menyatukan Energi Leluhur untuk Perdamaian dan Keseimbangan Dunia', kami berharap kegiatan ini mampu menarik perhatian internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya spiritual Indonesia kepada masyarakat global," pungkas Gus Fatah.

Melalui momentum ini, Alas Purwo diharapkan tidak lagi hanya dikenal lewat cerita-cerita mistisnya, melainkan sebagai tempat lahirnya pesan persaudaraan, penghormatan terhadap tradisi, dan semangat perdamaian demi masa depan dunia.

Redaksi:YMK

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda