Di Balik Raungan Mesin City Night Race: Suara Hati Pedagang Kecil Jembatan Merah yang Terabaik

SURABAYA Radar CNN Online— Gelaran acara balap motor City Night Race Piala Kapolres Surabaya pada Sabtu (24/10/2026) menyisakan duka mendalam bagi belasan pedagang kecil di kawasan bersejarah Jembatan Merah. Akses jalan utama ditutup total sejak persiapan pra-acara hingga hari puncak tanpa adanya koordinasi maupun pemberitahuan terlebih dahulu. Akibat kebijakan sepihak tersebut, mata pencaharian warga sekitar mendadak lumpuh total.

Cak Kusnan, salah satu pedagang di kawasan Pusat Kuliner Jembatan Merah, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Penutupan akses tanpa sosialisasi membuat para pedagang kehilangan mata pencaharian harian mereka begitu saja.

"Sungguh sangat disayangkan. Acara komersial berbayar tiket ini justru mematikan penghidupan kami. Kami di sini manusia biasa yang sekadar mencoba bertahan hidup dari berjualan. Tolong, kalau ada penutupan jalan, ajak kami bicara dan cari solusi bersama—jangan asal tutup seakan kami tidak ada," tutur Cak Kusnan dengan nada getir.

Pahitnya situasi ini semakin terasa ketika para pedagang membandingkannya dengan penanganan acara lain. Beberapa pekan sebelumnya, kawasan tersebut sempat dijadikan lokasi syuting film layar lebar nasional. Saat itu, pihak rumah produksi dinilai sangat humanis dan menghargai keberadaan warga.

"Beberapa minggu lalu ada syuting film nasional di sini. Kami diminta tutup selama dua hari, tetapi mereka datang mengajak bicara, memberikan pemberitahuan jauh hari, bahkan memberikan ganti rugi atas potensi pendapatan kami yang hilang. Nah, kalau acara balap motor ini? Kami sama sekali tidak dianggap," keluh Cak Eri, seorang pedagang angkringan di lokasi yang sama.

Pada dasarnya, para pedagang tidak pernah menolak kehadiran event atau kegiatan besar di lingkungan mereka. Yang mereka tuntut hanyalah hal mendasar: komunikasi yang transparan, sosialisasi yang layak, serta empati terhadap hak masyarakat kecil untuk berikhtiar mencari nafkah. Sebuah gelaran besar semestinya membawa dampak positif dan keberkahan bagi lingkungan sekitar, bukan justru mengorbankan rakyat kecil demi hiburan segelintir pihak.

Para pedagang kini berharap ada evaluasi mendalam dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah. Ke depannya, setiap acara yang berpotensi mengganggu akses publik dan roda ekonomi warga wajib melalui proses dialog serta koordinasi yang matang agar tidak ada lagi warga kecil yang dirugikan demi megahnya sebuah acara.

Redaksi:Team

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda