LAMONGAN, Radar CNN Online – PT SKSA yang berlokasi di Dusun Glugu, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Lamongan, menjadi sorotan publik setelah diduga membuang limbah cair berbau menyengat secara sembarangan. Dugaan ini muncul dari laporan masyarakat pada 29 September 2025 dan dibuktikan langsung oleh tim investigasi media Radar CNN di lokasi.
Pada 3 Oktober 2025, pihak PT SKSA melalui manajer pabrik mengakui adanya masalah dalam sistem pengelolaan limbah mereka. "Kami telah melakukan pengecekan di sistem pengelolaan limbahnya Mas, ternyata ada kerusakan blower dan kami akan melakukan pembenahan," ujarnya.
Di tengah isu limbah yang mencemari lingkungan, muncul fakta yang lebih mengejutkan terkait alokasi Dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Saat ditanya mengenai penyaluran CSR, Mbak Nunuk dari PT SKSA menyatakan bahwa CSR diberikan sebulan sekali tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Polsek dan Koramil.
"Untuk CSR kami telah memberikan sebulan sekali Mas, kepada masyarakat Polsek dan Koramil," ujarnya.
Pernyataan ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan awak media dan publik. Secara umum, Dana CSR seharusnya fokus pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, bukan dialokasikan secara rutin kepada instansi militer dan kepolisian.
Kejadian ini mendesak masyarakat Lamongan untuk terus mengawasi PT SKSA, baik dalam pengelolaan limbah yang harus ramah lingkungan, maupun dalam transparansi penggunaan Dana CSR agar hak dan kepentingan masyarakat tidak terabaikan.
(Red/Team)
Editor: Adytia Damar
Posting Komentar