RAMPAS 08 Jatim Gelar Edukasi Spesial Hari ORI dan HAKtP | Perkuat Literasi Keuangan dan Lawan Kekerasan Berbasis Gender oleh Debt Collector

SURABAYA, Radar CNN Online – Organisasi Rumah Juang RAMPAS (Rumah Amanat Mandiri Prabowo Subianto) DPW dan DPD Jawa Timur memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (ORI, 30 Oktober) dan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP, 25 November) dengan menggelar kegiatan Edukasi di Quds Royal Hotel Surabaya, Kamis (27/11/2025).

Acara ini merupakan kolaborasi strategis antara RAMPAS 08 Jatim dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Reskrim Unit PPA Polrestabes Surabaya, dan DP3APPKB Kota Surabaya.

Mengusung tema "Memperkuat Literasi Inklusi Keuangan dan Regulasi Perlindungan Perempuan dalam Melawan Kekerasan Berbasis Gender oleh Debt Collector", edukasi ini menyasar pengurus dan anggota RAMPAS Jatim.

Florencia, S.H., selaku pengurus DPP RAMPAS Korwil Jawa Timur, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah realisasi RAMPAS dalam menyukseskan Asta Cita Prabowo-Gibran.

Florencia menyoroti data OJK per Oktober 2025 yang menunjukkan Inklusi Keuangan masyarakat mencapai 92,66%, tetapi Indeks Literasi hanya 66%.

“Artinya 25% masyarakat kurang paham dan rentan permasalahan, dan 60% di antaranya merupakan konsumen perempuan,” tambah Florencia.

Pemateri senior dari OJK Jatim, Indrawan Nugroho, menekankan edukasi kontinu sebagai upaya meningkatkan literasi dan mencegah masyarakat dari kejahatan scam yang merugikan hingga ratusan triliun rupiah.

Sementara itu, Kanit PPA Polrestabes Surabaya, Edi Oktavianus Mamoto, menyampaikan materi terkait penanganan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan, termasuk yang diakibatkan masalah utang oleh Debt Collector.

Mamoto menegaskan bahwa negara hadir dengan regulasi perlindungan perempuan yang lengkap. Ia mengapresiasi kerja sama RAMPAS dan menjamin bahwa penanganan kekerasan di Surabaya berjalan terbaik berkat koordinasi lintas institusi (DP3APPKB, DP3AK Jatim, RS Bhayangkara, dll.).

"Saya yakin yang terbaik dibanding daerah lainnya, karena koordinasi lintas institusi sudah berjalan baik," tutup Mamoto.

Edukasi diakhiri dengan materi perlindungan perempuan dari kekerasan ekonomi oleh Denia Martini Machdan, M.Psi., Psikolog, dari tim Puspaga DP3APPKB Surabaya.

(Red/Asis)


Editor: Adytia Damar

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda