Gianyar, Radar CNN Online – Panitia Khusus Penegakan Perda Tata Ruang, Perizinan dan Aset Daerah (Pansus TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan hotel Marriott di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Kamis (27/11/2025).
JW Marriott Hotels merupakan jaringan hotel mewah milik Marriott International yang berdiri sejak 1984 dan kini mengoperasikan 126 hotel dengan total 49.979 kamar di berbagai negara (data 2024).
Proyek yang berada di belakang Puspem Payangan tersebut untuk sementara dihentikan, setelah Pansus TRAP menemukan sejumlah ketidaksesuaian administrasi perizinan.
Sidak dipimpin Ketua Pansus TRAP Bali, I Made Supartha, dengan didampingi OPD terkait dari Pemkab Gianyar dan Pemprov Bali, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Satpol PP, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida.
Saat tiba di lokasi, hujan mengguyur kawasan tersebut sehingga area proyek tampak berlumpur. Kondisi itu tidak menghalangi tim untuk melakukan pemeriksaan dan mencocokkan kondisi lapangan dengan izin yang dikantongi pihak pengembang.
Dalam pemeriksaan, Pansus menemukan bahwa administrasi IMB belum sesuai. IMB terbit pada Juni 2020, namun tercatat atas nama “Seraton”, bukan “Marriott”. Meski berada dalam satu kepemilikan, Pansus meminta agar ketidaksesuaian tersebut segera diperbaiki.
Selain itu, Pansus TRAP juga menyoroti status risiko proyek. Berdasarkan data OSS, proyek dikategorikan memiliki risiko rendah dan menengah rendah. Namun secara fisik, lokasi hotel berada di kawasan dengan kontur tanah miring dan memiliki aliran sungai besar di bagian bawah, sehingga dinilai memiliki potensi risiko tinggi jika ditinjau dari aspek keselamatan konstruksi.
Pansus meminta pihak pengembang dan instansi terkait melakukan pembenahan administrasi dan memastikan seluruh aspek teknis sesuai dengan aturan perundang-undangan, sebelum proyek dapat kembali dilanjutkan.
Redaksi: Team

Posting Komentar