GRESIK, Radar CNN Online — Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik. Sudah hampir sepekan, air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perumda Giri Tirta tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga. Kondisi ini memaksa sebagian warga begadang hingga larut malam, berharap tekanan air tiba-tiba muncul meski hanya berupa tetesan kecil.
Di sejumlah perumahan, warga mengaku harus berjibaku dengan waktu, tenaga, bahkan biaya tambahan demi memenuhi kebutuhan paling dasar. Aktivitas harian seperti memasak, mandi, hingga keperluan ibadah dilakukan dengan sangat terbatas. Tak sedikit warga yang menampung air hujan atau memanfaatkan sisa air galon untuk bertahan.
“Biasanya sekitar jam dua atau tiga dini hari air kadang mengalir walaupun kecil. Kami harus melek, kalau ketiduran ya tidak dapat air. Tapi semalam sudah begadang, air tetap tidak mengalir,” ujar sejumlah ibu rumah tangga di Perumahan PPS, Kecamatan Manyar, Kamis (8/1/2026).
Dampak krisis air ini juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti warung makan dan jasa laundry. Sejumlah pelaku usaha terpaksa mengurangi aktivitas, bahkan menghentikan operasional sementara karena tidak memiliki pasokan air bersih.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dari pihak PDAM terkait kapan layanan air kembali normal. Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan menyangkut kesehatan, kelangsungan hidup, dan roda perekonomian keluarga.
“Air itu kebutuhan utama. Kalau berhari-hari mati begini, kami benar-benar kesulitan,” keluh warga lainnya. Bahkan, tidak sedikit warga yang memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga di daerah lain, seperti Surabaya.
Selain soal kebutuhan harian, warga juga menyoroti persoalan tagihan bulanan PDAM. Dengan air yang tidak mengalir hampir sepekan, pemakaian otomatis menurun. Namun sejumlah pelanggan mengaku akan mencermati tagihan pada bulan berikutnya.
“Kalau air mati lama tapi tagihan tetap atau malah naik, tentu sangat tidak masuk akal. Kami akan lihat rekening bulan depan,” ujar seorang warga.
Seperti diberitakan, wilayah terdampak gangguan layanan air PDAM Gresik cukup luas, meliputi Kedamean, Menganti, Cerme, Duduksampeyan, Suci, PPS, Bunder, hingga kawasan permukiman padat seperti Alam Bukit Raya (ABR), Manyar Gresik Asri (MGA), Srembi, Kedanyang, Gresik Kota Baru (GKB), Griya Kembangan Asri (GKA), Randuagung, dan sekitarnya.
Perumda Giri Tirta Gresik melalui pengumuman resminya menyatakan bahwa gangguan layanan disebabkan oleh perbaikan kerusakan panel pompa Gould di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legundi. Pekerjaan perbaikan dijadwalkan mulai Rabu (7/1/2026) dengan estimasi waktu pengerjaan 2×24 jam.
“Sehubungan dengan adanya perbaikan kerusakan panel pompa Gould di IPA Legundi yang akan dilakukan oleh tim Perumda Kabupaten Gresik, estimasi pengerjaan selama 2×24 jam,” demikian isi pengumuman resmi yang diterima pelanggan.
Namun sebelum pengumuman tersebut dirilis, ribuan pelanggan telah lebih dahulu merasakan dampak matinya suplai air. Gangguan sebelumnya juga dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan longsor, sehingga menghambat perbaikan pipa HOPE berdiameter 630 mm di Jalan Raya Daendels, Kecamatan Manyar.

Posting Komentar