Cangkrukan Hukum MADAS Sedarah: Menakar Kesiapan SDM Menyongsong Era KUHP Baru

 

BANGKALAN Radar CNN Online– Dalam upaya memperkuat literasi hukum dan konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Sedarah Bangkalan menggelar agenda strategis bertajuk "Cangkrukan Hukum". Acara ini berlangsung khidmat di Gedung Sawatengah, Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, pada Rabu (14/1/2026) malam.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang edukasi krusial bagi masyarakat Madura di tengah transisi penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional yang baru.

Acara ini mempertemukan tokoh-tokoh sentral dari internal MADAS Sedarah dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kehadiran Ketua Umum MADAS Sedarah, Muhammad Taufik (Bung Taufik), beserta jajaran petinggi DPP dan DPD Jawa Timur, disambut hangat oleh Kapolsek Tanjung Bumi AKP Abd Qodir, Camat Tanjung Bumi H. Imam Mahfud, serta perwakilan Koramil dan Kepala Desa setempat.
Ketua DPC Bangkalan, Mudakkir, dalam sambutannya menegaskan bahwa MADAS Sedarah berkomitmen untuk bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat.
"Kami ingin memastikan MADAS menjadi motor penggerak dalam menjaga persatuan sekaligus mempercepat literasi hukum di masyarakat," ungkapnya.
Puncak acara diisi dengan pemaparan mendalam dari Bung Taufik. Ia menyoroti bahwa transisi menuju KUHP baru bukan sekadar pergantian teks undang-undang, melainkan sebuah pergeseran paradigma hukum nasional.

Bung Taufik menekankan dua poin krusial:

1. Kualitas SDM sebagai Kunci: Implementasi hukum yang baru akan menemui banyak kendala di lapangan jika tidak dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia, baik dari sisi penegak hukum maupun masyarakat sebagai subjek hukum.
2. Peran Edukasi Ormas: MADAS Sedarah harus mengambil peran aktif sebagai jembatan informasi agar masyarakat tidak terjerat masalah hukum akibat ketidaktahuan (blindness of law).
"MADAS tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, dan memastikan hak-hak rakyat kecil terlindungi dalam kerangka hukum yang baru ini," tegas Bung Taufik.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat isu-isu sensitif mulai dari potensi kriminalisasi hingga tantangan penegakan hukum spesifik di wilayah Madura. Dialog terbuka ini mencerminkan kedewasaan berorganisasi dalam mencari solusi atas problematika sosial-hukum yang ada.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui ramah tamah antar pengurus. Semangat kolektif yang terbangun dalam Cangkrukan Hukum ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kedaulatan hukum di wilayah Bangkalan dan sekitarnya.

Redaksi:Aziz

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda