Gema Salawat di Haul Akbar Ke-50 Mbah Buyut Sona: Ribuan Jamaah Larut dalam Keberkahan

 

JOMBANG Radar CNN Online – Parkiran makam Mbah Buyut Sona berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (14/02/2026) malam. Ribuan jamaah dari berbagai pelosok daerah hadir dengan satu tujuan: menghadiri malam puncak Haul Akbar ke-50 Mbah Buyut Sona. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara yang menjadi magnet spiritual bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya.

Hadir di tengah-tengah jamaah, Lurah Sugeng—atau yang akrab disapa Mbah Sugeng—memberikan sambutan yang menggugah. Beliau menegaskan bahwa peringatan haul ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan jembatan untuk menggali kembali warisan intelektual dan spiritual para kekasih Allah.

Mbah Sugeng mengajak masyarakat untuk tetap istikamah meneladani ajaran filosofis Catur Piwulang. Ajaran ini dinilai sebagai "jaring pengaman sosial" yang sangat relevan untuk menjaga harmoni di tengah tantangan zaman modern.
 "Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua agar terus meneladani apa yang telah diperjuangkan oleh para sesepuh dan waliyullah," ujar Mbah Sugeng dengan penuh takzim.
Empat pesan luhur dalam Catur Piwulan tersebut meliputi:

1. Wenehono teken marang wong kang wuto (Berilah tongkat kepada orang yang buta).

2. Wenehono mangan marang wong kang luwe (Berilah makan kepada orang yang lapar).

3. Wenehono sandang marang wong kang wudo (Berilah pakaian kepada orang yang tidak berbusana).

4. Wenehono payung marang wong kang kodanan (Berilah payung kepada orang yang kehujanan).
"Catur Piwulang ini mengajarkan kita tentang hakikat kebersamaan di dunia dan bagaimana kita saling melindungi demi kebahagiaan di akhirat nanti," tambahnya.
Puncak acara semakin bergetar saat lantunan salawat menggema. Gus Ali "Mafia Salawat" memimpin jalannya selawat yang diikuti dengan antusiasme luar biasa oleh para jamaah. Semangat kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW terasa nyata melalui suara ribuan orang yang memenuhi langit Jombang malam itu.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para tokoh penting dan pejabat daerah, di antaranya:
  • Bapak Marsubi (Bupati Jombang)
  • AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR (Kapolres Jombang)
  • KH. Dimyati (Lamongan)
  • Gus Yudi, Gus Im (Prahu Kanjeng), serta jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang.
Selain siraman rohani, implementasi nyata dari ajaran Mbah Buyut Sona terlihat dari penyediaan ribuan porsi makanan dan minuman gratis. Kerja sama antara komunitas Wong Bejat Manfaat dengan Yayasan Wong Bodho Pondok Mburi memastikan para jamaah yang hadir—bahkan ada yang sudah menginap sejak sehari sebelumnya—terlayani dengan baik.

Hingga tengah malam, acara berlangsung tertib dan aman. Haul Akbar ke-50 ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai dakwah Mbah Buyut Sona tetap hidup, relevan, dan terus menjadi pemersatu bagi seluruh lapisan masyarakat.

Redaksi:Snk
Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda