Ketekunan Mbah Modin: Kisah Petani Lamongan yang Menjemput Husnul Khotimah di Tanah Suci

  

LAMONGAN Radar CNN Online– Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang mutlak bagi seseorang yang memiliki niat suci untuk bertamu ke rumah Allah. Bukti nyata ini lahir dari sosok (Alm) Ikrom bin Abdussalam (69), seorang petani bersahaja asal Dusun Kebalan, Desa Kaliwates, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Kisah hidupnya menjadi teladan indah tentang bagaimana ketekunan, kesabaran, dan konsistensi dalam menyisihkan rezeki mampu mengantarkannya menunaikan rukun Islam kelima pada musim haji 1447 H / 2026 M.

Pada tahun ini, Kementerian Agama Kabupaten Lamongan memberangkatkan total 2.758 jemaah calon haji. Di antara ribuan jemaah dengan berbagai latar belakang sosial tersebut, terselip kisah perjuangan luar biasa dari Mbah Ikrom.

Sehari-hari, Mbah Ikrom menyambung hidup sebagai seorang petani. Namun di samping itu, dedikasinya terhadap masyarakat sangatlah besar. Beliau telah mengabdi sebagai Modin (perangkat desa urusan keagamaan) di Dusun Kebalan selama 45 tahun. Di tengah pendapatan yang tidak menentu, dengan penuh keikhlasan beliau menyisihkan sebagian demi sebagian dari hasil jerih payahnya di sawah demi impian naik haji.

Pria yang akrab disapa Mbah Modin ini bahkan sempat tak menyangka bahwa kepingan-kepingan uang yang ia kumpulkan dari keringatnya di sawah, akhirnya cukup untuk membawa dirinya dan sang istri terbang ke Tanah Suci.

Namun, takdir dan rahasia Allah SWT selalu penuh kejutan. Setelah seluruh rangkaian ibadah haji yang menguras fisik berhasil ditunaikan dengan sempurna, dan saat jemaah mulai berkemas (packing) untuk kembali ke tanah air, Allah SWT memanggil Mbah Ikrom untuk menetap selamanya di tanah suci Mekkah.

Kepergiannya yang mendadak mengejutkan seluruh rombongan jemaah. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Mbah Modin sempat menitipkan pesan terakhir yang menyentuh hati kepada sang istri: "Jangan ke sawah lagi, karena nanti sudah tidak ada yang membantu."

Mewakili pihak keluarga, Abdul Basith menyampaikan rasa ikhlas yang mendalam atas kepulangan sang ayah di tempat yang paling mulia.

"Kami seluruh keluarga besar dari Bapak Haji Ikrom bin Abdussalam mengikhlaskan kepergian Aba kami di Tanah Suci. Ini merupakan suatu kemuliaan dan anugerah besar yang diberikan Allah SWT kepada Aba. Kami yang di tanah air senantiasa mengirimkan doa dan Al-Fatihah, insya Allah Aba wafat dalam keadaan husnul khotimah," ungkap Abdul Basith di hadapan para pelayat.

Pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, serta memohonkan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin dilakukan almarhum semasa hidupnya.

Kisah Haji Ikrom bin Abdussalam adalah tamparan sekaligus motivasi bagi kita semua. Bahwa dengan ketekunan, kesabaran, dan niat yang bulat, tidak ada jembatan yang terlalu jauh untuk menuju baitullah. Selamat jalan, Mbah Modin. Semoga dedikasi dan keteladananmu menjadi amal jariyah yang tak terputus.

Redaksi:Adji

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda