PROBOLINGGO Radar CNN Online – Dunia pers dan penegakan hukum di Jawa Timur kembali ternoda oleh aksi kekerasan. Seorang wartawan dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum dari dua organisasi kemasyarakatan (ormas), yakni Sakera dan Garuda Sakti, di Probolinggo. Insiden ini terjadi di tengah upaya korban melakukan pendampingan hukum terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan.
Peristiwa bermula saat tim dari Biro Surabaya media CNN Radar, yang dipimpin oleh Kepala Biro Asis, melakukan penelusuran jurnalistik. Mereka bergerak dari Surabaya menuju Probolinggo untuk mendampingi seseorang yang diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan mobil.
Namun, setibanya di lokasi, situasi yang semula kondusif mendadak berubah tegang. Wartawan yang tengah menjalankan tugas profesinya tersebut justru mendapatkan tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota ormas tersebut. Aksi anarkis ini memicu keprihatinan mendalam, mengingat kemerdekaan pers adalah pilar demokrasi yang dilindungi oleh undang-undang.
Menanggapi insiden tersebut, Bung Taufik, seorang advokat sekaligus representasi penegak hukum di Jawa Timur, melayangkan kecaman keras. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.
“Ini adalah tindakan yang sangat memprihatinkan dan mencederai prinsip negara hukum. Wartawan bekerja di bawah perlindungan undang-undang. Kami mengutuk keras dugaan penganiayaan ini dan mendesak aparat penegak hukum di Probolinggo untuk segera bertindak tegas,” ujar Bung Taufik.
Bung Taufik juga mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap para pelaku dan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku tanpa ada perlindungan bagi pihak mana pun. Menurutnya, transparansi dan profesionalitas Polri sangat dipertaruhkan dalam kasus ini demi menjaga kepercayaan publik.
Selain aspek penganiayaan, ia juga meminta agar kasus utama—yakni dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan—segera diusut hingga tuntas. Pengamanan barang bukti berupa kendaraan yang dipersengketakan menjadi poin krusial untuk memberikan kepastian hukum bagi korban.
Tragedi ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa akan pentingnya perlindungan terhadap insan pers di Indonesia. Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari aparat kepolisian di Probolinggo untuk mengungkap fakta, memberikan keadilan bagi korban, serta menindak tegas segala bentuk premanisme.
Redaksi:Didin
Editor:Agl



Posting Komentar