PBNU Resmi Bentuk Kepanitiaan Muktamar 2026, Gus Ipul Ditunjuk sebagai Ketua

 

Jakarta, Radar CNN Online – Teka-teki pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pasca dinamika internal mulai menemui titik terang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama secara resmi mengumumkan pembentukan panitia inti untuk gelaran tersebut, dengan menunjuk Saifullah Yusuf sebagai ketua panitia.

Dalam keterangannya pada Minggu (29/3/2026), Gus Ipul mengonfirmasi bahwa pembentukan panitia inti Muktamar dilakukan bersamaan dengan kepanitiaan Konferensi Besar (Konbes) NU dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama.

“Muktamar sedang dalam proses persiapan dan panitia inti sudah terbentuk. Saya dipercaya menjabat sebagai Ketua Panitia Konbes dan Munas Alim Ulama, sekaligus merangkap sebagai Ketua Panitia Muktamar,” ujarnya.

Selain menunjuk Gus Ipul sebagai ketua, PBNU juga menetapkan sejumlah tokoh dalam struktur strategis kepanitiaan, di antaranya:

  • Ketua Steering Committee (SC): Ahmad Said Asrori
  • Sekretaris SC: Muhammad Nuh
  • Sekretaris Organizing Committee (OC): Amin Said Husni

Saat ini, tim formatur masih melengkapi susunan kepanitiaan secara menyeluruh sekaligus menyusun draf materi yang akan dibahas dalam Konbes dan Munas, yang nantinya menjadi landasan utama Muktamar.

Meski struktur panitia telah terbentuk, lokasi pelaksanaan Muktamar masih belum ditetapkan. Gus Ipul menyebut pihaknya masih menampung berbagai usulan daerah dan akan memutuskannya melalui rapat pleno dalam waktu dekat.

Terkait jadwal, PBNU memberikan estimasi sebagai berikut:

  • Konferensi Besar (Konbes): direncanakan pada April 2026
  • Muktamar PBNU: dijadwalkan berlangsung pada Juli atau paling lambat Agustus 2026

Menanggapi dinamika suksesi kepemimpinan, Gus Ipul menegaskan bahwa proses pemilihan akan berjalan demokratis dan kondusif sesuai dengan ketentuan organisasi.

Ia memastikan bahwa seluruh kader memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, termasuk petahana Yahya Cholil Staquf.

Namun demikian, Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI menegaskan tidak akan maju dalam bursa calon Ketua Umum.

“Banyak sosok kiai lain yang lebih kompeten untuk memimpin PBNU,” tuturnya.

Di sisi lain, aspirasi dari kalangan Nahdliyin mulai bermunculan. Sejumlah pihak mengharapkan duet kepemimpinan ke depan diisi oleh Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam dan Marzuki Mustamar sebagai Ketua Umum Tanfidziyah.

Keputusan akhir tetap berada di tangan para muktamirin sebagai pemilik suara sah dalam forum Muktamar mendatang.

Redaksi: Rohim 
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda