Sidoarjo, Radar CNN Online – Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Peristiwa ini terjadi di wilayah Sukabumi dan Tangerang, dengan korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga kiai dan ulama.
Para korban dilaporkan gagal berangkat umrah pada tahun 2025 hingga 2026 melalui salah satu perusahaan travel umrah, PT Rahma, pada Kamis (16/4/2026).
Dalam kasus ini, pelaku diduga berinisial YRS. Para korban mengalami kerugian rata-rata sekitar Rp42 juta per orang, dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, ditemukan sejumlah bukti berupa transfer pembayaran dari korban serta penerbitan kode booking pesawat yang diduga fiktif.
Selain itu, terdapat pengakuan dari beberapa korban yang telah melakukan transaksi melalui transfer. Setelah dimintai keterangan oleh awak media, diketahui korban berasal dari Sukabumi dan Ciputat.
Mirisnya, korban tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat biasa, tetapi juga terdapat beberapa kiai yang turut menjadi korban dalam kasus ini.
Para korban hingga kini masih berupaya mencari keberadaan YRS, namun yang bersangkutan sulit dihubungi, baik secara online maupun offline. Nomor telepon dan WhatsApp pelaku diketahui masih aktif, namun tidak memberikan respons terhadap korban maupun tim investigasi.
Tim investigasi menduga pelaku saat ini bersembunyi di salah satu pondok pesantren di wilayah Tangerang. Upaya penelusuran juga dilakukan dengan menghubungi nomor WhatsApp yang diduga milik kuasa hukum pelaku, namun tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan disebut sudah tidak lagi menjadi penasihat hukum travel tersebut.
Hingga saat ini, tim investigasi masih terus mendalami kasus tersebut dan berkomitmen membawa permasalahan ini ke ranah hukum agar mendapatkan kejelasan dan keadilan bagi para korban.


Posting Komentar