JAKARTA, Radar CNN Online – 18/04/26 Perasaan hancur kini tengah menyelimuti seorang ibu berinisial P, di Jakarta. Harapannya untuk kembali memeluk buah hati yang baru dilahirkannya menemui jalan buntu. Meski telah berupaya menempuh jalan kekeluargaan, pihak pengadopsi di Jalan Meninjo, RT 006 RW 005 Ciganjur, Jakarta Selatan, tetap bersikukuh tidak menyerahkan bayi tersebut
Peristiwa ini bermula pada awal April 2026. Saat itu, sang ibu yang tengah menghadapi proses persalinan merasa terdesak oleh biaya rumah sakit yang besar. Dalam kondisi panik dan tanpa sempat berkonsultasi dengan keluarga di kampung halaman, ia menghubungi seorang teman untuk mencarikan orang yang bersedia mengadopsi bayinya
Stelah itu temannya memberitahu si ibu ada seorang warga di kawasan Meninjo, Ciganjur, menyatakan kesediaannya. Kesepakatan pun dibuat, di mana pihak pengadopsi menanggung biaya persalinan caesar sebesar Rp8.500000 juta
Namun, penyesalan datang tak lama kemudian. Pasca persalinan, sang ibu merasa dipersulit saat ingin bertemu maupun sekadar meminta foto sang bayi. Tertekan oleh rasa rindu, ia akhirnya jujur menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua dan saudaranya di kampung.
Mendengar kabar tersebut, keluarga dari kampung langsung bertolak ke Jakarta. Mereka berniat mengembalikan seluruh biaya persalinan sebesar Rp13.000.000 juta agar bayinya bisa kembali ke pelukan ibu kandungnya
Sayangnya, upaya mediasi tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak pengadopsi.
Tak ada jalan lain, didampingi kakak iparnya, sang ibu ingin melaporkan si adopsi ke Polres metro jakarta selatan guna mendapatkan hukum agar kembali diperlukannya berdasarkan Pasal 330 KUHP.

Posting Komentar