Transformasi Lahan Produktif: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Membawa Cabe Jawa Jombang ke Pasar Global

JOMBANG Radar CNN Online– Perhutani KPH Jombang memperkuat komitmennya dalam mendukung hilirisasi komoditas ekspor nasional dengan menyiapkan lahan seluas 40 hektar di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengembangkan budidaya Cabe Jawa, sebuah komoditas unggulan yang memiliki potensi pasar internasional yang sangat besar.

Dalam forum Focus Group Discussion (FGD) mengenai Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur di Surabaya, Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S., menegaskan bahwa pemanfaatan lahan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi nasional. Proyek ini akan mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi pusat agribisnis yang bernilai tinggi.

Keberhasilan program ini didukung oleh PT Aisyah Cahaya Nusantara sebagai mitra strategis sekaligus offtaker utama. Direktur Utama PT Aisyah Cahaya Nusantara, Achmad Dahlan A.M., mengungkapkan bahwa permintaan pasar global saat ini sangat tinggi, di mana pembeli (buyer) eksisting mereka membutuhkan pasokan hingga 9.000 ton cabe jawa per tahun.

"Kami telah merintis hilirisasi ini sejak 2019, dimulai dari lahan 2,5 hektar hingga kini berkembang menjadi 2.000 hektar. Kami memiliki riset teknologi farm yang matang dan siap diduplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia," ujar Achmad Dahlan.

Aspek sosial dan pendampingan petani menjadi pilar penting dalam kolaborasi ini. Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN), di bawah kepemimpinan Dodik Purwoko, SP., hadir untuk memastikan masyarakat sekitar terlibat aktif dan terberdayakan. FPN berkomitmen mengawal proses ini dengan semangat Bela Negara, memastikan program berjalan secara akuntabel dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Jombang.

"Kami siap menduplikasi model kerja sama ini ke wilayah lain agar manfaatnya meluas, menekan angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata," tegas Dodik.

Sinergi antara otoritas kehutanan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Memorandum of Agreement (MOA). Dokumen ini menjadi landasan hukum dan operasional bagi seluruh pihak untuk mengakselerasi ekspor komoditas unggulan Indonesia ke kancah global.

Melalui kemitraan ini, diharapkan tercipta ekosistem ekspor yang berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat devisa negara, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan di tingkat daerah.

Redaksi:Iwan

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda