Bangkalan, Radar CNN Online - Bangkalan langsung mengirim pesan tegas, pencak silat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga target prestasi. Hal itu terlihat dalam pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bangkalan periode 2025–2029 yang digelar Minggu (3/5/2026) di GOR Saka Bangkalan.
Tak sekadar seremoni, agenda dibuka dengan seleksi atlet untuk menghadapi Kejuaraan Provinsi Jawa Timur 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa IPSI Bangkalan bergerak cepat, menyiapkan atlet sejak dini demi bersaing di level regional.
Dengan mengusung tagline “Bangkalan Bumi Pesilat Emas”, pelantikan pengurus oleh perwakilan IPSI Jawa Timur membawa semangat baru: menyatukan kekuatan perguruan dan mengubah potensi menjadi prestasi nyata.
Ketua Umum Pengkab IPSI Bangkalan, H. Agus Kurniawan,SE menegaskan bahwa IPSI harus menjadi rumah besar bagi seluruh perguruan pencak silat. Dari sekitar 80 perguruan yang ada, baru 43 yang terdaftar, sebuah tugas yang tidak ringan.
“Kami akan merangkul semuanya. Tidak boleh ada yang berjalan sendiri. IPSI harus jadi wadah pemersatu,” tegasnya.
Ia memastikan, fokus ke depan bukan hanya pada jumlah, tetapi kualitas. Pembinaan atlet akan diperkuat dari akar, dengan menjaring potensi terbaik dari setiap perguruan.
Target besar pun sudah dipasang. Menatap Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027, Bangkalan tidak lagi puas sebagai pelengkap. Posisi tiga besar pada Porprov 2025 menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi.
“Kita tidak ingin sekadar bersaing. Target kita jelas, juara umum,” ujarnya lugas.
Sementara itu, Wakil Ketua V IPSI Jawa Timur, Karyono, mengingatkan bahwa prestasi tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi antara IPSI, KONI, dan Pemerintah Kabupaten menjadi kunci dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Pelantikan ini bukan akhir, melainkan titik awal. Dengan semangat baru dan arah yang jelas, Bangkalan kini bersiap menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat di Jawa Timur.

Posting Komentar