Hari Buruh Disebut Alarm Keras bagi Negara, Soroti Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

 

Surabaya, Radar CNN Online – Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 dinilai bukan sekadar hari libur nasional, melainkan momentum refleksi bagi negara dalam mengevaluasi kebijakan terhadap seluruh pekerja. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP LPKAN, R. Mohammad Ali Zaini, dalam sebuah opini yang menyoroti pentingnya memuliakan buruh, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Dalam pandangannya, buruh tidak hanya terbatas pada pekerja industri, tetapi mencakup seluruh individu yang bekerja dengan menukar tenaga, pikiran, dan waktu demi upah. Ia menilai seluruh elemen, mulai dari pejabat negara hingga pekerja informal, merupakan bagian dari buruh Republik Indonesia.

“Jika seluruh komponen bangsa adalah buruh, maka pengelolaan anggaran negara harus menggunakan logika buruh. Setiap rupiah dalam APBN adalah hasil keringat kolektif yang harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah program pemerintah bernilai besar yang dinilai belum optimal dalam pelaksanaannya, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, lemahnya tata kelola, distribusi yang tidak merata, serta dugaan permasalahan di lapangan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perhatian negara terhadap sektor pendidikan dan kesehatan masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti kondisi guru honorer di sejumlah daerah yang masih menerima upah rendah, serta tenaga kesehatan yang menghadapi beban kerja tinggi dengan insentif yang tidak selalu tepat waktu.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Tidak mungkin menciptakan generasi unggul jika para pendidik dan tenaga kesehatan masih menghadapi persoalan kesejahteraan yang mendasar,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, ia juga mengusulkan sejumlah langkah perbaikan, di antaranya peningkatan transparansi dan pengawasan anggaran, optimalisasi alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan sesuai amanat konstitusi, serta penetapan standar upah yang lebih layak bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan buruh, khususnya di sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan, merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Buruh, lanjutnya, harus menjadi momentum bersama untuk menempatkan buruh sebagai subjek utama dalam pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

“Buruh yang cerdas, sehat, dan sejahtera adalah kunci utama kemajuan bangsa. Karena itu, sudah saatnya kebijakan negara benar-benar berpihak pada mereka,” pungkasnya.

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda