Transformasi Cepat, STAI Nurul Islam Mojokerto Naik Status Jadi Institut dalam Waktu Kurang dari 4 Tahun


Mojokerto, Radar CNN Onlin — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Islam Mojokerto resmi beralih status menjadi Institut Nurul Islam setelah diterbitkannya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 206 Tahun 2026. Penyerahan keputusan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Nuris 2 pada Kamis (30/4/2026).

Perubahan status ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Nurul Islam Mojokerto. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah maupun internal institusi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Arskal Salim, GP, M.Ag, Sekretaris Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, serta Ketua DMI Kabupaten Mojokerto.

Dari internal kampus, acara ini diikuti oleh Rektor Institut Nurul Islam beserta jajaran wakil rektor, para ketua program studi, pimpinan kampus, mahasiswa, serta seluruh fungsionaris YPP Nurul Islam sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi kelembagaan tersebut.

Rektor sekaligus pendiri dan Pengasuh YPP Nurul Islam Mojokerto, KH Ahmad Siddiq, SE, MM, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya KMA alih status tersebut. Ia mengungkapkan bahwa capaian ini terbilang luar biasa mengingat usia kampus yang masih relatif muda.

“KMA izin operasional STAI Nurul Islam baru kami terima pada September 2022. Artinya usia kampus ini baru sekitar tiga tahun lebih, dan bahkan belum meluluskan angkatan pertama. Ini menjadi hal yang sangat langka,” ujarnya.

Menurutnya, dengan perubahan status menjadi institut, pihaknya akan segera melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari tata kelola kelembagaan hingga peningkatan kualitas di bidang akademik dan nonakademik. Ia juga optimistis dalam dua tahun ke depan Institut Nurul Islam dapat kembali berkembang menjadi universitas.

Selain itu, perkembangan akademik kampus juga menunjukkan tren positif dengan pembukaan sejumlah program studi baru. Di antaranya Fakultas Ushuluddin dengan Program Studi S1 Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, serta Program Pascasarjana S2 Pendidikan Agama Islam yang saat ini menunggu penerbitan KMA.

“Dengan perubahan ini, kami berharap Institut Nurul Islam mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat serta tantangan zaman, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman,” pungkas KH Ahmad Siddiq.

Perubahan status ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Redaksi: Aziz
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda