DENPASAR Radar CNN Online– Menjaga keamanan kota tidak bisa dilakukan sendirian. Sadar akan pentingnya peran aktif elemen masyarakat, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., menggelar dialog santai bertajuk Ngopi Kamtibmas di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Denpasar Barat, pada Jumat (5/6/2026).
Acara yang dikemas penuh keakraban ini mempertemukan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar dengan para mitra strategis lapangan, yaitu 12 personel Pecalang Wirapraja Desa Adat Denpasar, Koordinator Sahabat Grab Bali (SGB) Ibu Dewa Ayu Suci Parmini bersama anggotanya, serta perwakilan dari komunitas Rider Badak Agung (RBA).
Dalam suasana hangat berteman kopi, Kombes Pol. Leonardo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata dari Pecalang dan para pengemudi ojek online (ojol) yang selama ini menjadi "mata dan telinga" kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Denpasar.
"Kami sangat mengapresiasi peran Pecalang dan komunitas ojol. Sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat," tutur Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang.
Selain memberikan apresiasi, Kapolresta menyisipkan beberapa pesan penting:
- Untuk Pengemudi Ojol: Diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara (safety riding) dan mematuhi aturan lalu lintas di jalan raya.
- Untuk Pecalang Wirapraja: Diajak untuk mempererat koordinasi dengan kepolisian, khususnya dalam memetakan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah-wilayah rawan.
Sesi komunikasi dua arah ini dimanfaatkan dengan baik oleh perwakilan ojol untuk mengutarakan tantangan nyata yang mereka hadapi sehari-hari di jalanan.
Beberapa poin curhatan dan diskusi yang mencuat antara lain:
- Edukasi Penumpang: Keluhan mengenai penumpang yang kerap enggan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm.
- SOP Temuan Kriminalitas: Konsultasi mengenai langkah hukum yang tepat dan aman jika para pengemudi menemukan atau mencurigai adanya tindak pidana di jalanan, guna menghindari aksi main hakim sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta menegaskan bahwa pintu komunikasi Polresta Denpasar selalu terbuka lebar agar setiap laporan dari lapangan bisa dieksekusi secara cepat dan tepat sesuai hukum yang berlaku.
Gayung bersambut, perwakilan Pecalang Wirapraja menyatakan kesiapan penuhnya untuk terus menjadi benteng pertahanan adat yang bersinergi dengan Polri. Mereka berkomitmen untuk memperketat pengawasan lingkungan dan mempercepat suplai informasi kamtibmas kepada pihak berwajib.
Melalui program Ngopi Kamtibmas ini, Polresta Denpasar berharap hubungan emosional dan kolaborasi taktis antara kepolisian, pengawal adat, dan komunitas pekerja jalanan dapat semakin solid demi mewujudkan Denpasar yang aman dan damai.


Posting Komentar