PROBOLINGGO, Radar CNN Online — Bangunan teras rumah milik warga di Blok Bukoan RT 08/RW 02, Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mengalami kerusakan cukup parah hingga sebagian bangunan teras ambruk. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat getaran kuat dari aktivitas kendaraan dump truck bermuatan berat yang rutin melintas di jalan desa setempat.
Rumah yang terdampak diketahui milik Pak Kampong Porneman. Kondisi bangunan teras yang mengalami ambruk tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi penghuni rumah maupun warga sekitar, terutama terkait aspek keselamatan apabila kendaraan berat terus melintas dengan intensitas tinggi.
Dugaan sementara, getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan dump truck berkapasitas besar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi bangunan. Terlebih, kendaraan dengan muatan berat disebut kerap melintas di jalur yang berada di kawasan permukiman warga.
Aspirasi dan pengaduan terkait kondisi tersebut turut disampaikan oleh anggota MADAS Sedarah DPAC Maron sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak. Pihaknya meminta agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat kerusakan bangunan sebagai persoalan rumah tangga warga, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalan dan aktivitas kendaraan berat yang melintas di kawasan permukiman.
Atas kondisi tersebut, Pak Kampong Porneman selaku pemilik rumah meminta adanya perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah. Ia berharap dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan serta mencari solusi terhadap penyebab kerusakan.
Warga secara khusus mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo agar melakukan peninjauan lapangan secara menyeluruh.
Peninjauan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi konstruksi jalan, intensitas kendaraan berat yang melintas, hingga kesesuaian tonase kendaraan dengan kemampuan jalan di kawasan permukiman.
Selain evaluasi teknis, warga juga berharap adanya pengaturan atau pembatasan tonase bagi kendaraan angkutan berat apabila memang terbukti memberikan dampak terhadap kondisi jalan maupun bangunan di sekitar jalur tersebut.
MADAS Sedarah DPAC Maron juga mendorong agar pemerintah memberikan solusi yang konkret bagi warga terdampak, termasuk kemungkinan bantuan perbaikan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivitas kendaraan berat dengan kerusakan bangunan.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sebelum kerusakan semakin meluas dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah maupun masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kendaraan berat.
Hingga berita ini diturunkan, diperlukan pemeriksaan dan kajian teknis dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab ambruknya teras rumah tersebut. Dugaan dampak getaran kendaraan berat masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan di lapangan.
Redaksi: Team

Posting Komentar