SURABAYA Radar CNN Online— Identitas visual sebuah organisasi bukan sekadar lambang estetika, melainkan cerminan dari jiwa, semangat, dan perjalanan bersama. Hal inilah yang kini disematkan secara resmi pada Logo Madas Sedarah. Lambang kebanggaan tersebut resmi mendapatkan perlindungan hukum melalui sertifikat merek, menandai babak baru dalam penguatan legalitas dan eksistensi organisasi di tengah masyarakat.
Lahirnya logo Madas Sedarah tidak lepas dari sebuah proses kreatif yang bernilai historis. Desain yang kini dikenal luas oleh para anggota dan publik merupakan hasil karya Bang Didin, selaku Kepala Bidang Humas & Media Cyber DPP Madas Sedarah.
Perancangan ini berawal dari penunjukan langsung oleh Ketua Umum Madas Sedarah, Bung Taufik, yang mempercayakan amanah pembuatan identitas visual organisasi kepada Bang Didin. Dari gagasan tersebut, terciptalah sebuah logo yang merepresentasikan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, serta jati diri yang kuat bagi seluruh keluarga besar Madas Sedarah.
Berdasarkan dokumen resmi pendaftaran, merek dengan etiket logo Madas Sedarah kini telah tercatat secara hukum atas nama Moh Taufik, S.I.Kom., S.H., M.H. di bawah Nomor Pendaftaran IDM001494458.
- Tanggal Penerimaan: 17 Desember 2025
- Masa Perlindungan: Berlaku hingga 17 Desember 2035
Langkah pendaftaran dan perolehan sertifikat ini merupakan wujud keseriusan kepemimpinan organisasi dalam menjaga keabsahan identitas. Di balik setiap garis dan warna pada logo tersebut, tersimpan sebuah amanah besar yang kini memiliki kepastian hukum tetap untuk melindungi penggunaannya ke depan.
Dengan diterbitkannya perlindungan merek ini, baik Bang Didin maupun Bung Taufik memandang momentum tersebut sebagai pengingat bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk senantiasa menghargai dan menggunakan simbol organisasi secara bertanggung jawab.
Logo Madas Sedarah kini telah bertransformasi—dari sekadar sebuah gagasan kreatif di atas meja kerja, menjadi simbol resmi berbadan hukum yang akan terus membersamai setiap langkah perjuangan organisasi dalam merawat kebersamaan.
Redaksi:Didin

Posting Komentar