MALANG, 24 Agustus 2026 Radar CNN Online— Upaya mewujudkan visi besar Koridor Selatan 2045 terus mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga. Terbaru, Formasy Praja Nusantara (FPN) mematangkan kolaborasi strategis bersama Yayasan Mekar Mitra Indonesia (MEKAR). Pertemuan koordinasi tersebut bertempat di Sekretariat Yayasan MEKAR pada Minggu (24/8/2026) pukul 08.00–11.00 WIB.
Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum DMN FPN Dodik Purwoko, S.P., didampingi oleh Koordinator Badan Pekerja DMN FPN KH. Drs. Zainullah Anwar, M.Sc. (yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Enterpreneur Roudlatul Madinah Junrejo, Malang) serta Manager Area BP-FPN Edy Suyanto, S.P.
Dari pihak Yayasan MEKAR, hadir Pembina Yayasan Sudarmanto dan Ketua Yayasan Sumhaji, S.Sos., beserta jajaran tim inti dari kedua lembaga.
FPN dan Yayasan MEKAR sepakat memperkuat strategi kemitraan pentahelix yang mengintegrasikan tiga pilar utama: rehabilitasi lingkungan, konservasi sumber daya alam, serta pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas lokal.
Program ini juga dirancang untuk mengembangkan produk setengah jadi berstandar ekspor guna mendorong hilirisasi sumber daya alam di kawasan selatan Jawa Timur.
"Program ini tidak hanya kegiatan penghijauan. Ini adalah model social enterprise yang memberikan manfaat ekologis sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat dan keberlanjutan organisasi," tegas Dodik Purwoko.
Inisiatif strategis yang diinisiasi bersama Kepala Bakorwil 3 Malang, Asep Kusdinar, bersama Ketua Umum FPN ini dijadwalkan bergulir pada minggu pertama November hingga Desember 2026, dengan Malang Selatan sebagai lokasi peluncuran perdana.
- Ketahanan Pangan: Mewujudkan basis-basis baru ketahanan pangan di wilayah selatan.
- Rehabilitasi Lingkungan: Meningkatkan tutupan vegetasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.
- Mitigasi Iklim: Memperkuat ketahanan air dan iklim secara berkelanjutan.
- Pemberdayaan Masyarakat: Meningkatkan nilai ekonomi warga melalui komoditas produktif.
- Penciptaan Lapangan Usaha: Membuka kesempatan kerja baru yang berbasis kelestarian lingkungan.
Pelaksanaan program ini mengusung pendekatan Green Economy dan Blue Economy, yang melibatkan kolaborasi multisektor antara organisasi masyarakat, pemerintah, komunitas, dunia usaha, kelompok tani, dan Yayasan Mekar Mitra Indonesia.
Ketua Umum FPN Dodik Purwoko menekankan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta dukungan regulasi dari para pemangku kepentingan di setiap daerah. Cakupan wilayah program ini meliputi wilayah kerja Bakorwil I, Bakorwil III, dan Bakorwil V—yang mencakup Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi—serta dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur dan para legislator dari Dapil Jawa Timur.
Lebih lanjut, inisiatif Koridor Selatan Hijau ini turut diselaraskan untuk menyukseskan program NAWA BHAKTI SATYA dan ASTA CITA Presiden RI, khususnya dalam pilar ketahanan pangan, pemenuhan program MBG, KDMP, serta optimalisasi Kawasan Hutan Desa.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor ini, FPN optimis visi Koridor Selatan 2045 dapat menjadi teladan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial di Jawa Timur.
Redaksi:Diek


Posting Komentar