REMBANG, Radar CNN Online – Jumat, 4 September 2026. Ngeri! Jalan penghubung Desa Nglojo, Pelang, Gilis, hingga Karang Asem, Sedan, masih dibiarkan terpotong amblas dan longsor tepat di bibir jembatan. Sudah lebih dari satu setengah tahun lubang menganga itu dibiarkan, tanpa ada satu pun rambu peringatan bahaya!
Kepala Desa Nglojo, Rokhim, mengaku sudah di ujung kemampuan. Ia sudah "keliling instansi" melapor ke Camat Sarang, Polsek Sarang, BPBD, hingga Dinas PU dan dinas terkait. Namun, semua laporan itu seolah ditelan bumi.
"Saya sudah sangat-sangat mengupayakan, Mas, tapi sampai saat ini belum ada apa-apa. PU sudah pernah ngecek, jembatan ini sudah menggantung dan bahaya, tapi ya itu, cuma dicek!," keluh Kades Rokhim dengan nada frustasi.
Keselamatan rakyat jelas di bawah standar! Lubang yang hampir memakan separuh badan jalan ini tanpa garis polisi pun nyaris hilang ditelan waktu. Bahkan, warga setempat mengaku lebih memilih menguruk sendiri bahu jalan dengan tanah agar mobil bisa melintas. Ironis!
"Paling nunggu korban Mas, baru dibangun. Kemarin kecelakaan di sini pas motor iring-iringan yang depan rem mendadak," ujar seorang warga. Ini adalah bukti nyata bahwa nyawa terancam setiap hari!
Kades Nglojo menolak buat wawancara rekaman vidio karna menghargai pemerintahan.bahkan mengaku sudah melapor langsung ke Asisten Bupati, namun hingga saat ini tidak ada jawaban. Sementara itu, Kepala Desa dan warga dibuat main mata dengan birokrasi yang lamban dalam penanganan.hingga banyak warga yang tidak tau ujung ujungnya kepala desa yang disalahkan yang tidak mau membangun.
Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Rembang untuk segera bertindak! Jangan biarkan rakyat menunggu ada korban baru!
Redaksi: Zainuri
.jpeg)

Posting Komentar