Lamongan: Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi dan Ekonomi Syariah untuk Kemajuan Daerah

 

LAMONGAN Radar CNN Online— Kehadiran Institut Sabilillah Lamongan resmi menandai babak baru dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Lamongan. Perguruan tinggi baru ini diproyeksikan sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (yang akrab disapa Pak Yes), saat mengisi kuliah umum perdana sekaligus Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Gedung Perkuliahan Institut Sabilillah Lamongan, Jalan Sumargo No. 1A Tlogoanyar.

Di hadapan sekitar 300 mahasiswa angkatan pertama, Pak Yes menekankan pentingnya peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai ruang menambah ilmu, melainkan wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan, serta beradaptasi dengan cepatnya perubahan global.

  • Adaptasi Teknologi & AI: Mahasiswa didorong untuk mampu mengintegrasikan teknologi, memanfaatkan data, serta menciptakan nilai tambah di tengah disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
  • Kekuatan Bonus Demografi: Dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa—di mana 69,10% berada di usia produktif—Lamongan memiliki modal besar yang harus diimbangi dengan pendidikan berkualitas.
  • Potensi Ekonomi Lokal: Potensi sektor agro, perikanan, pertanian, hingga tren ekonomi syariah (mulai dari keuangan, fesyen, wisata, hingga industri halal) menjadi peluang emas yang dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai keilmuan kampus.

"Persoalan kita saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana terus belajar mengikuti perubahan tuntutan pekerjaan. Ke kampus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi belajar berpikir dan mengambil keputusan," pesan Pak Yes.

Sementara itu, Rektor Institut Sabilillah Lamongan, Abdul Jamil, menyampaikan bahwa kampus ini resmi mengantongi izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama pada 18 Juni 2026. Pada tahun pertama ini, Institut Sabilillah membuka sejumlah fakultas unggulan, di antaranya Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Ushuluddin.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Sabilillah, Ongki Wijaya Ismail Putra, menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga mutu pendidikan.

  • Integritas dan Kejujuran: Kampus dibangun dengan menekankan standar kualitas, integritas, dan kejujuran yang tinggi baik bagi tenaga pendidik maupun mahasiswa.
  • Moto "Religius dan Entrepreneurship": Mahasiswa tidak hanya dibekali kedalaman ilmu agama, tetapi juga mental wirausaha agar mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendekatan kolaborasi pentahelix—yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, dan media—Institut Sabilillah Lamongan siap menjadi lokomotif kemajuan daerah demi mewujudkan masyarakat Lamongan yang berdaya saing tinggi.

Redaksi:Yoyon

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda