Ratusan Korban Dugaan Keracunan di Sidoarjo Masih Dalam Pemantauan Medis, 82 Pasien Jalani Rawat Inap

 

SIDOARJO Radar CNN Online— Penanganan medis terhadap ratusan santri dan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan insiden keracunan makanan di lingkungan Pondok Pesantren MBG terus digencarkan. Hingga saat ini, sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo masih siaga merawat dan memantau kondisi para pasien.

Berdasarkan pemutakhiran data per 2 September 2026 pukul 19.06 WIB, tercatat sebanyak 593 pasien telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Dari total keseluruhan pasien tersebut, sebanyak 82 orang masih menjalani rawat inap (Masuk Rumah Sakit/MRS), 497 orang telah diperbolehkan pulang (Keluar Rumah Sakit/KRS), serta 14 orang lainnya masih berada dalam tahap observasi medis.


Rincian Sebaran Pasien di Fasilitas Kesehatan:
  1. RS Notopuro: Total 380 pasien (5 MRS, 372 KRS, 3 Observasi)
  2. RS Siti Hajar: Total 94 pasien (33 MRS, 53 KRS, 8 Observasi)
  3. RSU Aisyiyah St. Fatimah: Total 47 pasien (9 MRS, 38 KRS)
  4. RS Delta Surya: Total 30 pasien (17 MRS, 13 KRS)
  5. RS Pusura: Total 20 pasien (9 MRS, 8 KRS, 3 Observasi)
  6. RS Pusdik Bhayangkara: Total 8 pasien (1 MRS, 7 KRS)
  7. RS Anwar Medika: Total 6 pasien (4 MRS, 2 KRS termasuk 1 APS)
  8. RS Arafah Anwar Medika: Total 4 pasien (1 MRS, 3 KRS)
  9. PKM Porong: Total 2 pasien (2 MRS)
  10. RS Rahman Rahim: Total 1 pasien (1 MRS)
  11. RS Assakinah Medika: Total 1 pasien (1 KRS)

Pemerintah daerah bersama instansi terkait dan pihak manajemen fasilitas kesehatan terus memprioritaskan keselamatan serta pemulihan kondisi seluruh pasien. Di sisi lain, proses investigasi mendalam terhadap sumber makanan yang diduga memicu insiden ini masih terus berjalan.

Sebelumnya, tim Badan Gizi Nasional (BGN) bersama jajaran dinas kesehatan setempat telah turun tangan melakukan koordinasi serta investigasi lapangan. Langkah taktis seperti pengambilan sampel makanan telah dilakukan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut. Selain itu, penelusuran rantai distribusi makanan juga digenjot untuk menguak asal-usul serta alur pendistribusiannya.

Melalui laporan ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, dan mempercayakan penanganan serta penyelidikan penuh kepada instansi yang berwenang.

Redaksi:Luqman

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda