GROBOGAN Radar CNN Online – Nasib pilu menimpa puluhan pekerja bangunan di proyek rehabilitasi gedung SMA Negeri 1 Toroh, Kabupaten Grobogan. Hingga kini, hak para pekerja berupa upah keringat mereka tak diberikan oleh pihak penyedia jasa, meskipun masa pengerjaan telah berlangsung lama.
Persoalan ini menyeret tiga pihak yang dinilai paling bertanggung jawab atas keberlangsungan proyek dan kesejahteraan pekerja, yakni Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah , pihak sekolah , serta perusahaan penyedia jasa sebagai kontraktor.
Berdasarkan pengakuan perwakilan pekerja, rata-rata setiap buruh bangunan masih mengantongi penerimaan kerja selama kurang lebih 30 hari yang belum dilunasi.
“Rata-rata kami masih memiliki hak sekitar satu bulan kerja yang belum dibayar hingga saat ini,” ungkap Wiji, salah satu pekerja, pada Minggu (15/02/2026).
Wiji menambahkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sudah berulang kali melakukan pencarian ke mandor lapangan. Namun, alih-alih mendapatkan kepastian bayaran, mereka hanya diberikan janji-janji manis yang tak akan terealisasi.
"Kami sering menagih ke mandor, tapi jawaban dari pihak penyedia jasa selalu hanya janji-janji saja," keluhnya.
Menangapi polemik yang kian memanas ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah, Sukamto, S.Pd. , menyatakan akan segera mengambil langkah komunikasi dengan pihak penyedia jasa.
“Saya akan segera mengingatkan kembali pihak penyedia untuk melakukan kroscek lapangan dan memastikan persoalan upah ini segera dituntaskan,” tegas Sukamto saat dikonfirmasi di hari yang sama.
Selain masalah tunggakan upah, proyek rehabilitasi gedung SMAN 1 Toroh ini juga menuai kritik tajam terkait teknis pengerjaan. Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat beberapa titik hasil rehabilitasi yang dinilai memiliki kualitas buruk dan tidak sesuai standar bangunan sekolah yang aman dan estetika.
Akumulasi masalah, mulai dari tertundanya upah hingga kualitas fisik bangunan yang rendah, memicu tuntutan agar pihak yang berwenang segera melakukan audit terhadap proyek ini demi mencegah kerugian negara dan memastikan hak para pekerja kecil terpenuhi.
Redaksi:Team
Editor:Agl

Posting Komentar