PROBOLINGGO Radar CNN Online – Sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dari lingkup terkecil, TP-PKK Kota Probolinggo menggelar Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran pada Jumat (13/2). Sebanyak 63 kader Pangan Pokja 3 dari tingkat kecamatan hingga kelurahan berkumpul di Aula TP-PKK untuk mendalami strategi kemandirian pangan rumah tangga.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan strategis untuk memastikan setiap keluarga di Kota Probolinggo mampu mengakses pangan sehat, bergizi, dan murah melalui pemanfaatan lahan mandiri.
Mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), Kabid Ketahanan Pangan Yudha Hartanto menekankan bahwa PKK adalah motor penggerak utama dalam diversifikasi pangan masyarakat.
Untuk memberikan bekal yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan para penyuluh dari Kementerian Pertanian yang membedah tuntas siklus budidaya:
- Amilia Juniarti: Memaparkan teknik penanaman sayuran yang efisien.
- Dony Ike Idul Sofyan: Mengulas strategi pengendalian hama dan penyakit tanaman.
- Sofyan Widodo: Memperkenalkan inovasi Pestisida Nabati Mistela yang ramah lingkungan.
Ketua TP-PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, menegaskan posisi penting para kader sebagai mitra strategis pemerintah. Beliau berharap para kader tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga menjadi role model bagi warga di sekitarnya.
"Kader pangan harus menjadi contoh. Kita dorong setiap rumah memanfaatkan lahan sekecil apa pun untuk menanam sayur. Ini bukan hanya soal menghemat belanja dapur, tapi juga bagian dari mewujudkan 'Probolinggo Bersolek' yang asri dan produktif," ujar dr. Evariani.
Selain manfaat ekonomi, pemanfaatan pekarangan dinilai memiliki nilai filosofis:
1. Nilai Edukatif: Mengenalkan anak-anak pada kecintaan terhadap lingkungan.
2. Nilai Sosial: Mempererat keharmonisan keluarga melalui aktivitas menanam bersama.
3. Kemandirian: Mengurangi ketergantungan pasar terhadap kebutuhan pokok sayur-mayur.
Ke depannya, TP-PKK Kota Probolinggo berkomitmen membawa gerakan ini hingga ke tingkat RT. Sebagai bentuk keseriusan, indikator pemanfaatan pekarangan akan dimasukkan ke dalam parameter penilaian Kelurahan dan Dasawisma. Hal ini diharapkan mampu memicu semangat kompetisi positif antarwarga dalam membangun lumbung pangan di rumah masing-masing.
Redaksi:Syl
Editor:Agl


Posting Komentar