Kades Hoho Alkaf Jalani Pemeriksaan Intensif, Tim Hukum GRIB Jaya Jateng Pastikan Proses Transparan


Banjarnegara, Radar CNN Online — Kepala Desa Hoho Alkaf menjalani pemeriksaan di Polres Banjarnegara selama hampir tiga jam, Selasa (31/3/2026). Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan atas laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dan persekusi yang dialaminya.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami keterangan pelapor sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti tambahan, di antaranya pakaian dan kacamata yang diduga terkait dengan peristiwa yang dilaporkan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara serta mengungkap kronologi kejadian secara lebih objektif.

Usai pemeriksaan, Hoho Alkaf menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuhnya merupakan hak sebagai warga negara untuk mendapatkan keadilan.

“Saya sebagai warga negara berhak melaporkan tindakan penganiayaan dan persekusi yang saya alami. Indonesia adalah negara hukum, sehingga setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya kepada awak media.

Dalam proses ini, Dewan Pimpinan Daerah GRIB Jaya Jawa Tengah turut memberikan pendampingan hukum secara serius dan berkelanjutan. Tim hukum yang dipimpin Kabid Hukum Subandi, S.H., M.H., CPM, CPA memastikan setiap tahapan pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan hukum acara.

“Kami hadir untuk mendampingi dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur, khususnya terkait laporan dugaan persekusi terhadap klien kami,” tegasnya.

Ketua GRIB Jaya Jawa Tengah, Isroi Rois, S.H., M.H., M.Kn., juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mendampingi sejak tahap awal pelaporan.

“Kami mendampingi klien dalam melaporkan dugaan penganiayaan dan persekusi yang diduga melibatkan oknum dari LSM Harimau,” ujarnya.

Ia berharap penanganan perkara ini dapat berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel.

“Kami berharap ada kejelasan dan kepastian hukum, sehingga rasa keadilan benar-benar dapat dirasakan,” tambahnya.

Sementara itu, penyidik Polres Banjarnegara menyatakan masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Sejumlah pihak dijadwalkan untuk dimintai keterangan, sementara alat bukti terus dilengkapi guna mengungkap fakta hukum secara menyeluruh.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait perlindungan hak pelapor serta kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda