LAMONGAN, Radar CNN Online – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kader dan simpatisan Partai NasDem di depan Kantor DPD NasDem Lamongan, Jalan Sunan Giri Tumenggungan No. 26, Rabu (15/04/2026), berlangsung kondusif dan damai.
Aksi tersebut dipicu oleh pemberitaan Majalah Tempo terkait “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang dinilai memicu kemarahan kader dan simpatisan. Mereka menilai pemberitaan tersebut menyakiti dan menghina kader serta sayap partai, seolah-olah terdapat merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.
Dalam aksi tersebut, kader dan simpatisan Partai NasDem menyampaikan pernyataan sikap yang dituangkan dalam lima poin, yaitu:
- Partai NasDem adalah partai kader, bukan partai perorangan.
- Mendukung sepenuhnya Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, untuk mengambil langkah strategis dalam menjaga marwah, kewibawaan, dan kehormatan partai.
- Menyatakan keberatan serta tidak menerima pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak proporsional dan terkesan sebagai upaya penggiringan opini negatif terhadap Ketua Umum dan Partai NasDem.
- Menuntut Majalah Tempo untuk meminta maaf secara terbuka kepada Surya Paloh dan seluruh kader NasDem se-Indonesia.
- Meminta DPP Partai NasDem untuk menempuh upaya hukum secara adil atas pemberitaan yang dinilai mencederai fungsi pers.
Koordinator aksi, Sutopo, menyampaikan bahwa demonstrasi ini dipicu oleh laporan utama Majalah Tempo edisi 13–19 April 2026 yang menampilkan karikatur Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, berjalan lesu sambil melepas sepatu dan jas biru di padang tandus. Menurutnya, hal tersebut dianggap menghina dan merugikan nama baik partai serta figur ketua umum.
Pernyataan sikap tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lamongan, H. Kaharudin, S.H., untuk diteruskan kepada DPP.
Dalam aksi tersebut, turut hadir Ketua DPD NasDem Lamongan H. Kaharudin, S.H. beserta jajaran, Sekretaris Jenderal Sugiono, serta anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Partai NasDem, Tasirin.
Dalam orasinya, H. Kaharudin menyampaikan keprihatinannya terhadap pemberitaan Majalah Tempo. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus bergerak hingga ada permintaan maaf dan klarifikasi secara terbuka.
“Aksi ini adalah bentuk ekspresi ketidakterimaan kader atas pemberitaan yang dinilai tidak mengedepankan etika. Kritik itu boleh, namun harus beretika. Kami juga mengingatkan kepada media sebagai mitra strategis partai agar lebih bijak dalam menyajikan informasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti penyebutan “PT NasDem Tbk” dalam pemberitaan yang dinilai keliru. Menurutnya, Partai NasDem merupakan organisasi politik yang dibangun dari nol oleh Surya Paloh, bukan entitas bisnis.
Para kader juga mengimbau seluruh anggota partai agar tetap solid dan tidak terpecah oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Mereka menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada permohonan maaf secara terbuka yang diketahui oleh publik luas.

Posting Komentar