TUBAN, Radar CNN Online – Seorang driver Ojek Online (Ojol) harus meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan di ruas Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban pada Senin (11/5/2026) tengah malam. Insiden maut tersebut diduga disebabkan adanya gundukan aspal bekas galian pipa proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Korban yang diketahui bernama M. Iqbal asal Kelurahan Sidomulyo itu tengah bekerja sembari memakai jaket oranye khas salah satu platform ojol. Ia waktu itu tengah mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernopol; S 2408 EX dari arah barat menuju ke timur.
Nahas, saat berada di depan lokasi proyek pembangunan SR itu, korban kurang konsentrasi saat melistasi gundukan aspal yang diduga bekas galian. Akibatnya, pengendara tak lagi bisa mengontrol kendaraannya dan membuatnya terpental hingga 100 meter jauhnya.
Dari informasi yang diterima tim Ronggo.id Tuban, gundukan itu diduga berasal dari galian pipa proyek pembangunan SR yang diprakarsai oleh PT Waskita Karya. Galian itu dilakukan sehari sebelum kecelakaan itu terjadi. Meski telah dilakukan pengaspalan ulang, karena lalu lalang kendaraan berat dan umur aspal yang masih dini menjadikannya bergelombang.
Salah satu warga sekitar, Akmal mengaku saat kejadian itu korban memang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Karena tak konsentrasi, akhirnya pengendara menabrak gundukan aspal. Sehingga membuatnya oleng dan terpental dari motornya.
Ia dibantu oleh warga lain, Suyanto segera bertindak saat melihat korban kecelakaan terkapar di tengah jalan. Mereka memindahkan korban ke tepi jalan agar arus lalu lintas tidak terganggu dan mencegah bahaya lebih lanjut. “Kami langsung tepikan korban,” ujar Akmal.
Dalam proses evakuasi tersebut, Suyanto merasa korban sudah tidak bernyawa, meski ia tidak berani memastikan status kondisi korban sepenuhnya. “Saat kami evakuasi, kemungkinan korban sudah meninggal di tempat,” terangnya.
Yang menjadi kecelakaan tersebut nampak tragis, rambu-rambu peringatan tak terpasang sebelum adanya kecelakaan yang merenggut nyawa ojol tersebut. Rambu-rambu itu dipasang usai kejadian itu berlangsung.
“Sebelum ada kecelakaan ini tidak ada rambu-rambu peringatan disekitar gundukan galian pipa itu, baru ada kejadian gini pihak proyek buru-buru memasangnya,” cetus warga lain yang enggan disebutkan namanya.
Melihat rekan ojolnya harus meregang nyawa dengan tragis di sekitar lokasi proyek pembangunan itu, rekan-rekan sesama ojol kemudian datang ke TKP sebagai bentuk solidaritas seprofesi.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas kepolisian saat ini tengah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menghimpun informasi dari para saksi di lokasi kejadian.

Posting Komentar