DENPASAR Radar CNN Online— Dunia pelayanan publik, khususnya di lingkungan institusi kepolisian, mendapat angin segar dari panggung akademis Universitas Hindu Indonesia (UNHI). A.A. Gede Dalem Pemayun, mahasiswa Program Doktor (S-3) Ilmu Agama dan Kebudayaan Angkatan 2024/2025, sukses menuntaskan Ujian Hasil Disertasi pada Jumat (29/5/2026). Di bawah bimbingan Promotor I Ketut Suda dan Ko-Promotor I Made Sumarya, riset ini berhasil membedah urgensi pengintegrasian sistem medis modern dengan akar spiritualitas lokal Bali.
Disertasi strategis ini bertajuk “Implementasi Sewaka Dharma dalam Mengoptimalisasikan Pelayanan Kesehatan di Biddokkes Polda Bali.” Melalui judul tersebut, Gede Dalem Pemayun secara berani menjawab tantangan besar yang dihadapi Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali. Institusi ini dituntut tidak hanya tampil profesional dan memenuhi standar medis modern yang kaku, melainkan juga harus mampu melayani dengan empati yang mengakar pada nilai budaya masyarakat setempat.
“Pelayanan kesehatan yang unggul tidak hanya dibangun melalui standar profesional yang tinggi, tetapi juga melalui ketulusan hati, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat,” tegas Gede Dalem Pemayun mengesensikan hasil penelitiannya.
Secara solutif, riset ini melahirkan sebuah kontribusi akademik mutakhir berupa konsep "Manajemen Negosiasi" atau "Manajemen Hybrid". Model tata kelola ini mengawinkan fungsi manajemen modern dengan nilai luhur Sewaka Dharma—semangat pengabdian berbasis kesucian pikiran dan ketulusan hati. Tidak sampai di sana, konsep ini diperkuat oleh ajaran Catur Paramita (Upeksa, Karuna, Maitri, Mudita), filosofi etika Tri Kaya Parisudha yang berlandaskan hukum Karma Phala, serta kecerdasan emosional melalui prinsip Aparamada.
Keberhasilan melintasi tahapan seminar hasil ini menandai tuntasnya empat dari enam fase berat dalam program doktoral di UNHI. Langkah Gede Dalem Pemayun kini kian dekat menuju gelar Doktor, dengan menyisakan ujian tertutup dan ujian terbuka sebagai tahapan pemungkas.
Melalui hasil riset yang tajam ini, Biddokkes Polda Bali kini memiliki kompas baru untuk mendobrak birokrasi pelayanan yang kering dan mekanistik. Model "Manajemen Hybrid" ini diharapkan mampu menjadi cetak biru (blueprint) nasional bagi institusi publik lainnya, membuktikan bahwa efisiensi tinggi dan nilai spiritualitas kebudayaan bisa berjalan beriringan demi kepuasan masyarakat yang hakiki.
Redaksi:Team

Posting Komentar