Lamongan, RadarCNNOnlin – Ribuan jamaah memadati Alun-Alun Lamongan dalam kegiatan Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar Al-Khidmah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457, Minggu (31/5/2026). Kegiatan religius tersebut menjadi salah satu rangkaian penting peringatan HJL sebagai wujud rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Lamongan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati yang menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat ikatan spiritual antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Lamongan yang lebih maju dan sejahtera.
Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial”, peringatan HJL ke-457 merefleksikan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam membangun daerah secara seimbang, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, sosial, maupun keagamaan.
“Haul Akbar ini menjadi bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kemajuan yang telah dirasakan Kabupaten Lamongan. Sekaligus menjadi ikhtiar batin untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan daerah di masa yang akan datang,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang selama ini dicapai merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, selain bekerja secara nyata melalui berbagai program pembangunan, diperlukan pula penguatan spiritual sebagai pondasi menjaga persatuan dan harmoni sosial.
Selama beberapa tahun terakhir, Kabupaten Lamongan terus menunjukkan berbagai capaian positif di berbagai sektor. Di bidang infrastruktur, Program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) terus meningkatkan konektivitas antarwilayah. Sementara di sektor pertanian, Lamongan berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur dengan produksi padi yang terus meningkat.
Pada sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, pemerintah daerah juga terus memperluas akses beasiswa serta bantuan pendidikan guna mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Sedangkan melalui Program Lamongan Nyantri, penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan terus ditanamkan kepada masyarakat sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Pak Yes menilai bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya nilai sosial, gotong royong, dan spiritualitas masyarakat.
“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan sekaligus menjaga kerukunan dan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, doa dan dzikir bersama seperti ini memiliki makna yang sangat penting bagi perjalanan Lamongan ke depan,” tuturnya.
Kegiatan Haul Akbar berlangsung khidmat dengan lantunan dzikir, doa bersama, dan tausiyah yang diikuti ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Suasana religius yang tercipta menjadi simbol kuat bahwa kemajuan Lamongan tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat.
Redaksi: Yoyon
Posting Komentar