Tuntut Transparansi dan Ganti Rugi Kebisingan, Massa FPRB Gelar Aksi Damai di Kawasan Industri Benda

 

TANGERANG Radar CNN Online– Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Persatuan Rakyat Benda (FPRB) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Duta Indah Starhub, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Aksi damai yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini mengusung tema besar: “Suarakan Keadilan, Selamatkan Lingkungan dan Hak Masyarakat.”

Gerakan ini dipicu oleh keresahan warga terhadap operasional perusahaan yang dinilai berdampak buruk pada lingkungan hidup dan kenyamanan masyarakat pemukiman sekitar. Menurut koordinator aksi, demonstrasi ini merupakan bentuk kepedulian nyata demi mendesak perhatian serius dari manajemen perusahaan maupun Pemerintah Kota Tangerang.

Dalam selebaran resmi dan orasi di lapangan, massa FPRB menggarisbawahi lima poin tuntutan utama yang harus segera diselesaikan oleh pihak korporasi:
 1. Uji Kelayakan Infrastruktur: Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur bangunan di kawasan PT Duta Indah Starhub guna memastikan aspek keselamatan dan kelayakan teknisnya.

 2. Audit Limbah Cair: Meminta audit independen terhadap kualitas air limbah perusahaan yang diduga mengalir ke aliran Kali Cisadane Timur, demi mencegah pencemaran ekosistem dan gangguan kesehatan warga.

 3. Sistem Pengelolaan Sampah: Mengevaluasi tata kelola sampah internal perusahaan yang dianggap berpotensi merusak kebersihan serta kenyamanan lingkungan sekitar.

 4. Transparansi Lahan Fasos/Fasum: Mempertanyakan status kepemilikan dan dasar hukum atas klaim lahan yang rencananya dialokasikan untuk Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (fasos/fasum) agar tidak memicu konflik agraria di kemudian hari.

 5. Kompensasi Kebisingan: Menuntut tanggung jawab nyata, perlindungan kenyamanan, serta kompensasi atas dampak kebisingan (polusi suara) yang ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan dan operasional harian kawasan.

Aksi yang berjalan dengan tertib ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis lingkungan, tokoh pemuda, hingga warga lokal Kecamatan Benda. Perwakilan massa secara tegas menyatakan bahwa mereka membuka ruang untuk diplomasi, bukan anarki.
"Kami datang bukan untuk mencari gaduh, tetapi meminta kejelasan dan tanggung jawab. Jika ada aktivitas usaha yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan warga, hingga kenyamanan masyarakat, maka perusahaan wajib terbuka dan pemerintah harus hadir melakukan pengawasan. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri," tegas perwakilan FPRB, Heri.
Heri juga meminta instansi vertikal Pemkot Tangerang untuk tidak menutup mata terhadap keluhan yang dirasakan oleh warga Benda.

"Kami meminta instansi terkait, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan, hingga aparat pengawas untuk turun langsung memeriksa fakta di lapangan. Jangan ada pembiaran jika ditemukan persoalan yang merugikan warga," tambahnya.

Hingga massa membubarkan diri secara tertib, FPRB tetap mendesak adanya dialog terbuka yang dimediasi oleh pemerintah setempat antara perwakilan warga dan manajemen PT Duta Indah Starhub guna mencari jalan keluar konkret atas lima tuntutan tersebut.

Redaksi:Safiuddin
Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda