GRESIK, Radar CNN Online - Langkah nyata dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi kembali ditunjukkan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PKB, Pondra Priyo Utomo. Guna mendengarkan langsung jeritan dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah, Pondra menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II Tahun 2026 yang dipusatkan di Cafe New Kampret, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Sabtu (27/06/2026).
Demi mendapatkan potret data yang valid dan objektif mengenai kondisi wilayah, kegiatan ini sengaja menghadirkan para pemangku kebijakan desa dan elemen masyarakat kunci. Tampak hadir di lokasi di antaranya Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Desa se-Kecamatan Menganti, jajaran jajaran anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga perwakilan Komunitas Media Sosial Facebook Info Seputar Menganti (ISM).
Catatan Redaksi: Kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional bagi setiap anggota dewan untuk menjaring, menampung, dan mengawal aspirasi masyarakat agar masuk ke dalam skema program pembangunan daerah secara tepat sasaran.
Dalam arahannya, Pondra Priyo Utomo menegaskan pentingnya akurasi dan legalitas administrasi dalam setiap pengajuan usulan pembangunan. Ia menginstruksikan seluruh peserta reses untuk mengisi formulir usulan secara detail dan lengkap, mencakup nama, alamat, RT/RW, desa, hingga jenis kebutuhan spesifik yang mendesak.
"Semua usulan yang masuk ke meja kami akan menjadi dokumen penting yang sah dalam proses perencanaan pembangunan Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, kami meminta seluruh data diisi dengan lengkap agar potret kebutuhan masyarakat di lapangan benar-benar riil dan tidak ada yang terlewat," tegas Pondra saat memberikan pemaparan di hadapan konstituen.
Lebih lanjut, legislator Fraksi PKB ini memaparkan bahwa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 mendatang, Pemerintah Kabupaten Gresik akan memprioritaskan beberapa sektor krusial, antara lain:
- Peningkatan dan pemerataan jalan poros desa.
- Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
- Penanganan serius terkait masalah lingkungan hidup dan limbah.
- Soroti Box Culvert Menganga dan Sengkarut Sampah
Sesi dialog interaktif berjalan dinamis saat perwakilan perangkat Desa Putat, Susilo, melayangkan laporan tajam mengenai kondisi infrastruktur di wilayahnya. Warga mengeluhkan banyaknya box culvert drainase di sepanjang jalan yang dibiarkan terbuka tanpa penutup. Kondisi ini dinilai mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan yang melintas. Tak hanya itu, karut-marut pengelolaan sampah yang kerap menumpuk di sejumlah titik juga menjadi sorotan tajam warga.
Menanggapi laporan dan temuan masyarakat tersebut, Pondra Priyo Utomo langsung memberikan klarifikasi dan solusi taktis:
Terkait Masalah Sampah: Pemkab Gresik telah merencanakan penambahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo serta pengadaan armada pengangkut sampah baru pada tahun 2027 untuk mengurai penumpukan sampah di Menganti.
Terkait Box Culvert Terbuka: Pondra meminta warga segera menyetorkan titik koordinat dan lokasi rinci secara tertulis. Pihaknya berjanji akan langsung melakukan fungsi pengawasan ke lapangan bersama instansi dinas terkait untuk mendesak eksekusi penutupan.
Terkait Antisipasi Banjir: Pemerintah daerah berencana membangun kolam retensi di Balongpanggang. Sementara wacana pembangunan kolam retensi di Desa Cermen lerek saat ini terbentang kendala regulasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Pondra berharap seluruh hasil reses ini dapat menjadi dasar kuat dalam penyusunan kebijakan eksekutif dan legislatif yang berpihak pada kesejahteraan dan keselamatan masyarakat Kecamatan Menganti.

Posting Komentar