TANGERANG Radar CNN Online– GOR Nambo Krida Arena, Karawaci, Tangerang, menjadi pusat perhatian bagi dunia persilatan tanah air. Sebanyak 1.521 atlet pencak silat dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, berkumpul untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Open Tournament Pencak Silat Nasional Bumi Sukowati Championship II.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026 ini, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, pada Jumat (12/6/26).
Kejuaraan dua tahunan yang diinisiasi oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bumi Sukowati ini berhasil menarik minat atlet muda dari berbagai daerah. Salah satu sorotan utama adalah kontingen dari Merauke, Papua Selatan, yang menempuh perjalanan ribuan kilometer demi menguji kemampuan di panggung nasional.
“Jarak jauh bukan penghalang bagi kami. Kami sangat bangga bisa mengukur kemampuan di sini. Venue yang disediakan lengkap dan suasananya luar biasa,” ungkap Peter, salah satu atlet asal Merauke usai prosesi pembukaan.
Salah satu aspek yang membedakan turnamen ini dengan kejuaraan daerah lainnya adalah perhatian terhadap kesejahteraan atlet. Pemerintah Kota Tangerang secara proaktif mengikutsertakan seluruh peserta dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan nyata.
Kaonang menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Tangerang sebagai Sport City. “Ini adalah agenda Kemenpora. Kami memfasilitasi agar Sport City bukan sekadar slogan. Melalui sport tourism dan sportainment, kejuaraan ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari UMKM, perhotelan, hingga sektor transportasi,” jelasnya.
Meski jumlah peserta mencapai 1.521 atlet—sedikit di bawah target awal 2.000–2.500—panitia memastikan bahwa kualitas pertandingan tetap menjadi prioritas utama. Total hadiah senilai Rp60 juta diperebutkan dalam berbagai kategori, mulai dari usia dini hingga dewasa, dengan rentang kelas berat badan dari 24 kg hingga kelas open (di atas 79 kg).
Sebagai kota yang menjadi lumbung jawara—dengan catatan prestasi membanggakan di Popda, Porprov, hingga tingkat dunia—Tangerang berkomitmen terus mendukung pencak silat sebagai warisan budaya.
“Pencak silat adalah warisan budaya kita. Jika dibina sejak dini, anak-anak Tangerang dan seluruh atlet nasional di sini bisa terus mengharumkan nama Indonesia,” tegas Kaonang.
Pihak panitia telah mematangkan sistem pertandingan selama tiga hari penyelenggaraan. Diharapkan, Bumi Sukowati Championship II dapat melahirkan talenta-talenta baru yang siap bersaing di kancah SEA Games maupun World Pencak Silat Championship. Mengakhiri sambutannya, Kaonang berharap agar perhelatan dua tahun mendatang dapat kembali diselenggarakan di Tangerang dengan skala yang jauh lebih meriah.

Posting Komentar