Tekan Kasus Kekerasan, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Dorong Penguatan Anggaran dan Sosialisasi Perlindungan Anak-Perempuan

 

Probolinggo Radar CNN Online– Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perlindungan anak serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak pada Kamis (04/06/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pihak legislatif, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga tim pendamping, guna memastikan pelayanan perlindungan sosial dapat menyentuh masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi kepada elemen masyarakat yang aktif mengawal program-program pemerintah, khususnya dalam isu perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, masukan yang berkembang dalam rapat menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kualitas pelayanan publik dan efektivitas pengelolaan anggaran daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan RSM yang peduli pada tatanan kebijakan Pemkot Probolinggo, khususnya di Dinas Sosial. Aspirasi yang disampaikan mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk evaluasi program dan anggarannya, akan menjadi catatan kritis sekaligus masukan berharga bagi kami di DPRD maupun OPD terkait,” ujar Muchlas.

Muchlas menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak kini telah menjadi perhatian serius. Mengingat tren kasus serupa yang mulai mengkhawatirkan di berbagai daerah, langkah pencegahan melalui sosialisasi masif harus diperkuat agar masyarakat memahami bentuk-bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, hingga layanan perlindungan yang tersedia.

Mengenai keterbatasan anggaran yang sempat dikeluhkan dinas terkait, Komisi III berjanji akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi prioritas dalam pembahasan APBD mendatang. Selama ini, dinas menyiasatinya dengan mengintegrasikan kegiatan bersama Tim Penggerak PKK dan komunitas lokal.

“Program sosialisasi ini sangat krusial agar masyarakat melek hukum dan berani melapor. Jika memang dibutuhkan penguatan di lapangan, ke depan kami di legislatif siap memberikan dukungan anggaran yang lebih proporsional,” tegas Muchlas.

Di sisi lain, perwakilan Aliansi Legam Probolinggo Raya, Haris, menekankan pentingnya kehadiran Dinas Sosial yang lebih inklusif dan dekat dengan warga. Layanan perlindungan sosial tidak boleh hanya tersedia secara administratif di atas kertas, tetapi harus mudah diakses oleh korban.

“Kami berharap Dinas Sosial lebih gencar turun ke lapangan melakukan sosialisasi. Keterbatasan anggaran jangan sampai menjadi alasan klasik yang menghambat pelayanan; harus diimbangi dengan inovasi program,” kritik Haris.

Haris juga membeberkan fakta lapangan di mana masih banyak warga enggan melaporkan kasus kekerasan karena minimnya informasi publik. Sebagian warga mengira proses pendampingan hukum dan visum membutuhkan biaya besar. Selain itu, ia mengingatkan agar status Kota Layak Anak yang disandang Kota Probolinggo dibuktikan lewat aksi nyata.

“Anak-anak di kota ini harus benar-benar merasa aman dan terlindungi. Jangan sampai predikat atau penghargaan tersebut hanya menjadi pencitraan administratif, sementara implementasi riilnya belum dirasakan oleh masyarakat bawah,” tambah Haris.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala Dinsos P3A Kota Probolinggo, Madihah, S.K.M., menjelaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan fungsi perlindungan sesuai regulasi. Penanganan kasus selama ini telah dilakukan secara komprehensif, mulai dari penjangkauan korban, pendampingan psikologis, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH).

“Kami mengapresiasi semua masukan sebagai bahan perbaikan internal. Kami akui, ke depan ada beberapa pos layanan yang membutuhkan dukungan anggaran lebih, meskipun saat ini kami terus berupaya melakukan sinergi program,” jelas Madihah. Ia menambahkan bahwa penuntasan isu kekerasan ini membutuhkan pendekatan pentahelix yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya bertumpu pada Dinas Sosial.

Melalui RDP ini, diharapkan lahir langkah konkret dan respons cepat untuk memperkuat sistem proteksi sosial di Kota Probolinggo, sehingga setiap anak dan perempuan mendapatkan hak perlindungan yang optimal. 

Redaksi:Imron R

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda