SURABAYA Radar CNN Online– Sebagai wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "SIGMA MOM 2026". Acara yang mengusung tema "SIGMA MOM: Status Gizi, MPASI, dan Ibu" ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026, bertempat di Balai RW VI Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Program ini diinisiasi oleh Mahasiswa Kelompok 2 Kelas A3 Angkatan 2024 sebagai integrasi dari mata kuliah Keperawatan Anak Sehat dan Sakit Akut, Maternitas, serta Psikososial Budaya dalam Keperawatan. Dengan sasaran utama para calon ibu dan ibu menyusui di wilayah setempat, agenda ini dihadiri oleh lebih dari 20 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan efektif, kegiatan SIGMA MOM 2026 dikemas ke dalam dua agenda utama: sesi penyuluhan teori dan demonstrasi keterampilan praktis.
Materi edukasi disampaikan secara apik oleh dua mahasiswa Fakultas Keperawatan, Maria Paulin Cleosantris Tibo dan Rafa Ayoma Giollea. Mereka memaparkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini demi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. Selain itu, para ibu juga dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya ASI eksklusif, manfaat menyusui, serta panduan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang mencakup jenis, porsi, dan penyesuaian tekstur makanan berdasarkan tahapan usia bayi.
Dipandu oleh Raffa Nadiya Primatiana, sesi ini memberikan keterampilan langsung (hands-on) kepada para peserta. Melalui peragaan visual, para ibu diajak untuk memahami:
- Cara membaca grafik pertumbuhan pada Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk memantau status gizi anak secara mandiri.
- Mengenali tiga jenis tekstur bubur MPASI yang disesuaikan dengan usia bayi.
- Teknik perlekatan (latch-on) serta variasi posisi menyusui yang benar dan nyaman.
- Teknik menyendawakan bayi pasca-menyusui guna mencegah kolik atau gumoh.
Suasana penyuluhan berlangsung aktif dan kritis. Ibu-ibu yang hadir memanfaatkan sesi interaktif ini untuk berkonsultasi mengenai berbagai tantangan riil di lapangan, mulai dari penanganan MPASI pada bayi yang mengalami sembelit, strategi mengenalkan protein hewani pada bayi dengan indikasi alergi, manfaat ASI hingga usia dua tahun, hingga tips perawatan payudara selama masa menyusui.
Keberhasilan edukasi ini terlihat nyata pada sesi evaluasi di akhir acara. Para peserta terbukti mampu memahami materi dengan sangat baik, dicandai dengan kemampuan mereka menyebutkan contoh sumber karbohidrat, protein nabati, dan protein hewani secara tepat. Mereka juga fasih menjelaskan metode MAKAN yang diperkenalkan oleh mahasiswa, yaitu:
- Makanan bergizi seimbang
- Atur pola makan teratur
- Kontrol pertumbuhan
- Amankan kebersihan makanan
- Nutrisi lengkap, imunisasi aman
Melalui program SIGMA MOM 2026, mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR berharap dapat terus meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya status gizi, ASI eksklusif, dan MPASI yang tepat. Langkah preventif ini diharapkan mampu mencegah masalah malnutrisi atau stunting sejak dini demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Redaksi:Saruji
Editor:Agl


Posting Komentar