BADUNG Radar CNN Online– Polsek Kuta, Polresta Denpasar, tengah menangani kasus dugaan tindak pidana pengancaman dan penganiayaan yang terjadi di Bali Sun Tropical Hotel & Spa, Jalan Lebak Bene, Legian, pada Sabtu malam (11/7/2026). Seorang pria berinisial FVK (39), warga asal Kota Depok, Jawa Barat, diamankan pihak kepolisian setelah terlibat perselisihan sengit dengan sesama tamu hotel.
Peristiwa bermula saat dua tamu hotel, Aji Amil Arief Yusman (36) dan Fadel Muhammad Fahlevi (26), sedang berbincang di depan kamar mereka. Terlapor (FVK) yang berada di lokasi sempat melontarkan pertanyaan kepada korban, namun situasi dengan cepat memanas hingga terjadi adu mulut dan ejekan.
Konflik memuncak ketika korban melempar asbak ke arah area kamar terlapor. Tak terima, FVK keluar kamar sembari membawa pecahan botol kaca dan senjata tajam jenis brass knuckle (buku jari besi) yang terpasang di tangan kirinya. Ia diduga melontarkan ancaman pembunuhan terhadap korban dan menuntut mereka segera meninggalkan hotel. Petugas keamanan hotel, I Made Budhi Adnyana, sempat turun tangan untuk melerai keributan tersebut sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba di lokasi.
Saat digiring ke Mapolsek Kuta untuk pemeriksaan, FVK sempat berperilaku tidak kooperatif. Ia mengaku sebagai seorang wartawan namun gagal menunjukkan kartu pers saat diminta oleh penyidik. Bahkan, meski telah dilarang, terlapor sempat melakukan perekaman video di lingkungan Mapolsek.
Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan temuan yang lebih serius. Berdasarkan koordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Denpasar, hasil tes urine FVK menunjukkan positif mengandung Benzodiazepine (obat penenang). Selain itu, penyidik menyatakan bahwa keterangan terlapor belum dapat diambil secara maksimal karena yang bersangkutan masih dalam pengaruh alkohol saat diperiksa.
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., turun langsung ke Mapolsek Kuta untuk memastikan situasi tetap kondusif dan menjamin proses hukum berjalan tanpa intervensi.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga tengah mendalami informasi tambahan terkait aktivitas terlapor yang sempat mendatangi Satpas SIM Polresta Denpasar sehari sebelumnya untuk melakukan perekaman video. Meski hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan kasus pengancaman ini, pihak kepolisian akan terus mendalami motif dan perilaku terlapor guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Redaksi:Team


Posting Komentar