BANGKALAN Radar CNN Online– Sudah 19 hari berlalu sejak peristiwa tragis yang merenggut nyawa Ruli Yunis Setiawati, seorang sekretaris di lingkungan Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan. Namun, hingga Minggu (19/7/2026), keberadaan terduga pelaku utama, Erlan, masih menjadi misteri. Meski pihak kepolisian telah mengantongi identitas dan rekam jejak pelaku, sosok tersebut seolah menghilang tanpa jejak.
Hingga saat ini, belum ada rilis resmi dari Polresta Sidoarjo maupun Polda Jatim terkait penangkapan pelaku. Tim gabungan Jatanras yang diterjunkan mengaku terus melakukan penyisiran, namun upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil nyata, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Menanggapi kebuntuan ini, Ketua Umum Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS), Abdurrahman Tohir, melontarkan kritik keras terhadap kinerja kepolisian.
"Ini bukan sekadar lambat, melainkan sangat memprihatinkan dan penuh kecurigaan. Bagaimana mungkin institusi sekelas Polri dengan dukungan teknologi canggih kesulitan membekuk satu orang yang identitasnya sudah sangat jelas? Publik mulai bertanya-tanya, apakah Polri benar-benar tidak berdaya, atau ada 'tangan tak terlihat' yang sengaja melindunginya agar kasus ini tidak terungkap hingga tuntas?" ujar Abdurrahman dengan nada tegas.
Selain menyoroti aparat penegak hukum, Abdurrahman juga menyayangkan sikap pasif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Ia menilai Pemkab seolah mengabaikan nasib salah satu pejabatnya sendiri yang menjadi korban kejahatan.
"Almarhumah Ruli Yunis Setiawati adalah pejabat aktif di lingkungan Pemkab Bangkalan. Namun, Pemkab terkesan diam seribu bahasa. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap solidaritas sesama abdi negara," kritik Abdurrahman.
Oleh karena itu, PAKIS mendesak Pemkab Bangkalan untuk segera mengambil sikap tegas dengan mendesak Polri secara formal dan terbuka. Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh tutup mata saat anggotanya menjadi korban kejahatan.
Di sisi lain, narasi pihak kepolisian yang menyatakan terus bergerak tanpa henti kini mulai kehilangan kepercayaan di mata publik. Masyarakat tidak lagi mengharapkan pernyataan normatif, melainkan bukti konkret berupa penangkapan pelaku untuk menuntaskan dahaga akan keadilan bagi mendiang Ruli Yunis Setiawati.
Redaksi:Mzl

Posting Komentar