Jelang Kongres Nasional, Ketegasan Kader Menolak HIKMAHBUDHI Diseret ke Politik Praktis

JAKARTA Radar CNN Online— Jelang penyelenggaraan Kongres Nasional Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), sebuah penegasan mendasar kembali disuarakan oleh para kader. Penggunaan logo Gajah Ganesa ditegaskan sama sekali bukan representasi atau pertanda bahwa HIKMAHBUDHI merupakan sayap dari partai politik berlogo serupa.

Lambang Gajah Ganesa yang melekat sebagai identitas organisasi murni merepresentasikan nilai-nilai luhur seperti kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, keteguhan hati, dan kemandirian perjuangan. Lambang tersebut merupakan manifestasi dari idealisme organisasi, bukan bentuk keterikatan maupun kepemilikan terhadap kepentingan politik praktis mana pun.

Kendati demikian, kekhawatiran di kalangan kader kian meluas menyusul langkah Ketua Umum petahana, Candra Aditya, yang secara terbuka menunjukkan dukungan kepada calon penerus pilihannya. Dinamika ini dinilai memperkuat indikasi adanya upaya menggadaikan jati diri serta masa depan HIKMAHBUDHI demi syahwat politik praktis. Batas tegas antara simbol nilai-nilai luhur organisasi dengan simbol kekuasaan politik dikhawatirkan mulai dikaburkan seolah kesamaan visual mencerminkan kesamaan tujuan. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan dapat mengkhianati esensi luhur dari lambang yang disandang organisasi.

Menyikapi situasi tersebut, Ananda Budi Stiawan, salah satu kandidat calon Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) HIKMAHBUDHI, menyampaikan sikap dan pandangannya secara lugas:

"Kita harus meluruskan pemahaman ini sekali lagi: Gajah Ganesa adalah simbol kebijaksanaan dan kemerdekaan berpikir perjuangan kita. Bukan tanda bahwa kita berada di bawah bayang-bayang partai manapun. Hari ini kita melihat ada upaya memanfaatkan kesamaan simbol itu untuk menyeret organisasi ini masuk ke dalam kepungan kepentingan kelompok tertentu. Itu adalah perbuatan yang mencederai sejarah dan amanah pendiri kita," ujar Ananda.

Ananda menekankan bahwa setiap kader secara individu memiliki kebebasan penuh dalam menentukan afiliasi politik pribadi. Namun, nama besar, martabat, serta arah perjuangan HIKMAHBUDHI mutlak merupakan milik seluruh kader dan umat, sehingga tidak boleh diserahkan maupun dileburkan ke dalam kepentingan partai politik mana pun.

"Saya maju bukan untuk membenarkan kesalahpahaman, tapi untuk meluruskannya kembali. Saya ingin memastikan HIKMAHBUDHI tetap berdiri tegak, mandiri, dan dihormati karena perjuangannya, bukan karena dianggap sebagai bagian dari kendaraan politik tertentu," imbuhnya.

Sebagai komitmen ke depan, Ananda berjanji untuk menjadikan kemandirian organisasi sebagai benteng pertahanan utama apabila dipercaya memimpin PP HIKMAHBUDHI. Ia berkomitmen menjaga jarak dari segala bentuk kepentingan praktis, menjamin kemurnian proses demokrasi dalam ruang-ruang kongres, serta mengembalikan makna sakral dari lambang Gajah Ganesa yang menjadi kebanggaan bersama.

"Jangan biarkan kesamaan rupa menjadikan kita kehilangan jati diri. HIKMAHBUDHI milik kita semua, bukan milik partai manapun," pungkasnya.

Redaksi:Aziz


0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda