TANGERANG Radar CNN Online – Pelaksanaan proyek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)–Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan masyarakat. Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan serta meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai harapan.
Sorotan tersebut muncul setelah warga mengamati kondisi fisik saluran irigasi yang tengah dikerjakan. Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh pada 17 Juli 2026 sekitar pukul 09.32 WIB, proyek tersebut disebut tidak dilengkapi papan informasi di lokasi pekerjaan sehingga masyarakat kesulitan mengetahui secara rinci identitas proyek, nilai anggaran, maupun waktu pelaksanaannya.
Selain itu, warga menduga metode pekerjaan yang diterapkan belum sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Menurut pengamatan mereka, sebagian bangunan saluran lama tidak dibongkar secara menyeluruh, melainkan dilakukan penambahan batu pada bagian tertentu yang kemudian dilapisi adukan semen.
Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan.
"Kami berharap proyek yang menggunakan uang negara dikerjakan dengan baik dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kalau kualitasnya tidak maksimal, tentu masyarakat yang nantinya dirugikan," ujarnya.
Program P3A-TGAI merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat. Karena menggunakan anggaran negara, warga menilai setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Masyarakat juga menyoroti kampanye integritas yang selama ini digaungkan BBWS Ciliwung Cisadane melalui slogan "Ci Bersih – No SUGAR" yang mengusung komitmen No Suap, No Gratifikasi, No Hadiah, dan No Pemerasan. Menurut mereka, komitmen tersebut perlu dibarengi dengan pengawasan yang ketat terhadap setiap proyek yang dilaksanakan di lapangan.
Selain persoalan kualitas pekerjaan, warga juga mempertanyakan minimnya pengawasan selama proses pelaksanaan proyek serta tidak adanya papan informasi proyek yang dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Atas dasar itu, masyarakat meminta BBWS Ciliwung Cisadane segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap pekerjaan tersebut. Mereka juga berharap apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak maupun ketentuan yang berlaku, penanganannya dilakukan sesuai mekanisme hukum dan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3A Desa Pagedangan Udik, BBWS Ciliwung Cisadane, maupun pihak-pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai berbagai sorotan yang disampaikan masyarakat.
Redaksi memberikan ruang seluas-luasnya untuk hak jawab dan hak klarifikasi kepada Ketua P3A Desa Pagedangan Udik, BBWS Ciliwung Cisadane, serta pihak terkait lainnya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Klarifikasi dapat disampaikan melalui redaksi untuk dimuat secara proporsional.
Redaksi: Ysf
Posting Komentar