PASURUAN Radar CNN Online – Ketua DPC MADAS Pasuruan Kota, H. Fikar, mendatangi langsung lokasi persilangan rel kereta api yang menjadi perhatian warga akibat material batu balas berserakan di jalan umum. Di lokasi tersebut, H. Fikar terlibat perdebatan terbuka dengan petugas KAI terkait tanggung jawab pembersihan material yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Perdebatan yang berlangsung sekitar 3 menit 35 detik tersebut terekam dalam sejumlah video. Dalam rekaman itu, Ketua MADAS menyampaikan keberatan sekaligus mendesak agar material batu balas yang berada di jalan segera dibersihkan demi keselamatan masyarakat.
H. Fikar mempertanyakan kapan material tersebut akan ditangani, terlebih karena menurut informasi yang diterimanya, sudah terdapat sejumlah pengendara sepeda motor yang tergelincir dan terjatuh akibat kondisi jalan tersebut.
Dalam perdebatan itu, petugas KAI di lokasi menyampaikan bahwa dirinya memiliki keterbatasan kewenangan dan mengarahkan agar persoalan tersebut disampaikan melalui surat permohonan kepada pihak terkait di lingkungan KAI.
Namun, Ketua MADAS menegaskan bahwa persoalan keselamatan pengguna jalan tidak semestinya terhambat oleh prosedur administrasi.
“Ini bukan permohonan, ini tanggung jawab! Batu itu milik KAI, berserakan di jalan dan membahayakan nyawa rakyat. Itu kewajiban kalian membersihkannya, bukan menunggu surat. Kalau ada yang tewas, surat apa yang bisa menggantikan nyawa?” tegas H. Fikar.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia meminta agar pihak terkait segera mengambil tindakan nyata tanpa menunggu terjadinya korban yang lebih banyak.
H. Fikar juga menyampaikan bahwa apabila tidak segera dilakukan pembersihan, MADAS bersama masyarakat siap menempuh langkah pengaduan kepada sejumlah instansi terkait. Di antaranya Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Dinas Bina Marga, Satpol PP, serta menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi seperti Call Center KAI, SP4N-LAPOR!, dan Ombudsman Republik Indonesia.
“Setiap pengendara yang jatuh mulai detik ini, itu adalah tanggung jawab PT KAI. Video ini menjadi bukti bahwa kami sudah menegur dan meminta tindakan. Kami tidak akan diam melihat rakyat terluka karena kelalaian,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, DPC MADAS Pasuruan Kota kembali menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak terkait.
Pertama, meminta agar tim pembersih segera dikirim ke lokasi persilangan rel untuk membersihkan seluruh material batu balas yang berserakan tanpa harus menunggu proses surat permohonan.
Kedua, meminta pihak KAI memberikan penjelasan resmi mengenai alasan material batu balas dapat berserakan hingga berada di jalan umum dan membahayakan pengguna jalan.
Ketiga, meminta pemasangan rambu-rambu peringatan serta penempatan petugas pengarah lalu lintas di titik-titik yang dinilai berbahaya sampai kondisi jalan benar-benar bersih dan dinyatakan aman untuk dilalui.
MADAS menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Mereka berharap pihak KAI segera merespons keluhan warga dengan tindakan konkret sehingga potensi kecelakaan di lokasi tersebut dapat diminimalkan.
Redaksi: Team
Posting Komentar