Keluarga Tukang Parkir Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Polsek Beji Minta Keadilan Ditegakkan

PASURUAN Radar CNN Online— Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Widi, seorang juru parkir di area minimarket kawasan Beji, Kabupaten Pasuruan. Widi meninggal dunia secara tidak wajar yang diduga akibat tindakan penganiayaan oleh oknum anggota Polsek Beji.

Sebagai wujud kepedulian, Ketua DPC MADAS Sedarah Kabupaten Pasuruan, Yudhie H, SE, SH, MH, bersama jajaran pengurus mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menawarkan pendampingan hukum bagi keluarga korban. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh kakak kandung korban, Khoirul.

Di hadapan Ketua DPC MADAS dan jajaran, Khoirul menceritakan detik-detik peristiwa yang menimpa adiknya sekitar tiga hari lalu di tempat kerja korban.

  • Penjemputan Paksa: Korban didatangi oleh lima orang oknum kepolisian di area kerjanya, di mana dua di antaranya membawa Widi masuk ke dalam lorong minimarket.
  • Tekanan Fisik dan Mental: Korban sempat berteriak minta tolong hingga suaranya habis, diduga akibat didekap di lorong tersebut untuk dipaksa mengaku sebagai tersangka kasus judi online (judol).
  • Kondisi Medis: Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Beji namun dinyatakan telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Merasa ada kejanggalan, pihak keluarga sempat membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk autopsi. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka lebam di bagian leher korban.

Menanggapi kasus ini, pihak keluarga telah resmi membuat laporan kepolisian di Polda Jatim dan proses penyidikan kini tengah berjalan di bawah penanganan penyidik terkait.

Yudhie H menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta salam dari Ketua Umum MADAS Sedarah, Bung Taufik, sekaligus menyatakan kesiapan organisasinya untuk memberikan dukungan dan pendampingan hukum.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kematian korban Widi. Apabila pihak keluarga berkenan, kami siap menghadirkan tim kuasa hukum untuk mengawal kasus ini hingga tuntas," ujar Yudhie.

Meskipun masih harus berunding dengan sembilan anggota keluarga lainnya terkait penunjukan kuasa hukum, pihak keluarga menegaskan sikap tegas mereka. Khoirul menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh DPC MADAS Pasuruan, sembari menuntut agar para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku demi menegakkan keadilan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pasuruan maupun Polsek Beji belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Redaksi:Team

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda